25 Siswa Ikuti Field School di Lembah Bada

Rumah Peradaban

0 52

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – 25 siswa SMA sederajat di Kota Palu, akan mengikuti field school (sekolah lapangan) di Kawasan Megalitik Lore Lindu, di Lembah Bada dan Lembah Besoa, Kabupaten Poso, hari ini, Jumat (8/11/2019). Program sekolah lapangan ini, merupakan bagian dari rangkaian program Rumah Peradaban, yang diinisiasi oleh Balai Arkeologi Sulawesi Utara, yang membawahi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Utara, Wuri Handoko, dalam Sosialiasi Rumah Peradaban di Aula SMA Negeri 1 Palu, Kamis (7/11/2019), mengatakan, lewat program Rumah Peradaban ini, pihaknya ingin mengubah mindset tentang arkeologi di masyarakat. Kata dia, jika selama ini arkeologi berbicara tentang masa lalu, maka lewat program ini, arkeologi diproyeksikan berbicara tentang inovasi, serta industri kreatif.

“Kami berharap, ke depan ada kreasi dan inovasi yang hadir dengan potensi arkeologis kita, misalnya motif Kalamba menjadi motif batik, patung megalit dapat menjadi inspirasi desain kaos, desain prangko, dan aneka industri kreatif lainnya,” ujarnya.

Dirinya mencontohkan penelitian tentang ragam hias Waruga di Minahasa, sebagai motif batik. Hal ini kata dia, dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, untuk mengambil inspirasi dari kawasan megalitik tersebut.

“Kami berharap, dengan ide ini, masyarakat lebih memahami dan mencintai tinggalan arkeologi di daerahnya, sehingga timbul kesadaran untuk melestarikannya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SMAN 1 Palu, Zulfikar Is Paudi. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat, utamanya dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap peninggalan arkeologi dan sejarah. Dengan kecintaan tersebut kata dia, diharapkan mereka memiliki ide kreatif untuk memaksimalkan potensi tinggalan tersebut, baik lewat industri kreatif, maupun hal lainnya.

“Program ini juga sangat bermanfaat bagi pembelajaran di sekolah, terutama sejarah dan kebudayan lokal,” ujarnya.

Sosialisasi ini juga dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah, Rahman Ansyari, serta Arkeolog Museum Negeri Sulteng, Iksam. Pada kesempatan tersebut, selain mendengarkan pemaparan tentang kawasan megalitik Lore Lindu dari Iksam, para peserta juga menyaksikan penyerahan miniatur tinggalan arkeologi Lore Lindu, dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara kepada SMAN 1 Palu. JEF                

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish