896 Mahasiswa Untad Terima Beasiswa Dari Kemenristekdikti

Disalurkan Melalui BNI

0 812

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

TONDO, MERCUSUAR – Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), yang terdampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu, Sigi dan Donggala, 28 September 2018 lalu. Bantuan beasiswa Bidik Misi dan Peningkatan Potensi Akademik (PPA) ini, diserahkan kepada 896 mahasiswa Untad.
Pemimpin BNI Cabang Palu, Amiruddin mengatakan, bantuan beasiswa tersebut, disalurkan oleh Kemenristekdikti melalui BNI. 896 mahasiswa penerima ini kata dia, merupakan tahap awal dari total 5 ribu beasiswa yang akan diserahkan kepada mahasiswa di Kota Palu. Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Menristekdikti, Prof Moh Nasir, PhD, secara simbolis kepada sejumlah mahasiswa penerima, pada pelaksanaan wisuda ke-94 Untad, yang dilaksanakan di lapangan Untad, Kamis (8/11/2018).
Prof Moh Nasir, usai penyerahan beasiswa tersebut mengatakan, jika masih ada mahasiswa Untad di luar 896 mahasiswa penerima ini, yang juga terdampak bencana, pihaknya mengharapkan rektor dan pihak kampus agar segera mendata dan melaporkannya ke Kemenristekdikti. Untuk perguruan tinggi swasta (PTS) sendiri kata Prof Moh Nasir, pihaknya masih menunggu data dari masing-masing PTS.
“Kami menjalankan pesan bapak Presiden yang mengatakan, tolong mahasiswa yang kena dampak jangan sampai keleleran, harus diselesaikan,” ujar Prof Moh Nasir.
Kepada pihak Untad, Prof Moh Nasir juga berpesan, walaupun bencana, mahasiswa jangan sampai jadi korban dalam hal pendidikan. Pihaknya berharap, dengan adanya upaya pemulihan sementara ini, proses perkuliahan tetap berjalan.
Sementara itu, bagi mahasiswa yang terdampak bencana, yang mengungsi di luar wilayah Sulteng, prof Moh Nasir mengatakan, mereka dapat melalui mekanisme Credit Transfer Semester (CTS). Dengan mekanisme ini, mahasiswa dimungkinkan untuk tetap bisa mengikuti kuliah secara daring, dari universitas lain.
Kata Prof Moh Nasir, kuliah bisa dilakukan secara daring yang ada di Untad bersama perguruan tinggi negeri (PTN) yang lain. Ada 38 PTN kata dia, yang mau bekerja sama dengan Untad, sehingga mahasiswa tidak perlu lagi pindah.
“Ada yang di Universitas Hasanudin, Universitas Negeri Makassar dan universitas-universitas negeri yang lain. Ada juga dengan universitas-universitas yang ada di Jawa,” kata Prof Moh Nasir. JEF

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish