Bahas Kampus Merdeka Untuk Desa, Menteri Desa PDTT Kunjungi Untad

  • Whatsapp
IMG_20210116_122331
FOTO: Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, saat menyampaikan sambutan pada kunjungannya di Universitas Tadulako, Sabtu (16/1/2021). FOTO: HUMAS UNTAD

PALU, MERCUSUAR – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI), Abdul Halim Iskandar bersama rombongan, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Tadulako (Untad), Sabtu (16/1/2020). Kunjungan ini dalam rangka implementasi kerja sama program Kementerian Desa PDTT dengan perguruan tinggi, dalam rangka menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. 

Kunjungan ini dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Untad. Kunjungan ini dihadiri oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP, para wakil rektor, ketua senat, ketua dewan pertimbangan, dekan, wakil dekan, serta segenap sivitas akademika Untad, dengan tetap menaati protokol pencegahan COVID-19, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  RSUD Bangkai, Pembenahan untuk Peningkatan Status

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP, dalam sambutannya mengatakan, kunjungan ini menjadi berkah bagi Untad di awal 2021 ini. Menurutnya, Kementerian Desa dan PDTT ini memberikan resonansi untuk pembangunan desa tertinggal. 

Sulteng kata rektor, masih memiliki daerah tertinggal dan transmigrasi. Di sinilah kata dia, peran vital Untad untuk bekerjasama dengan Kementerian Desa PDTT untuk membangun dari desa. 

“Dari kerjasama ini diharapkan ada program pengembangan desa yang bisa memberdayakan mahasiswa-mahasiswa kita,” ujarnya. 

Sementata itu, Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, dalam sambutannya mengatakan, tugas membangun desa mustahil dilakukan sendirian oleh kementerian. Hal ini kata dia, karena desa merupakan entitas kecil dalam pemerintahan yang dibangun berdasarkan keterikatan budaya. 

Pilihan Redaksi :  Covid-19 di Sulteng Bertambah Jadi 10.323 Kasus

Keterikatan budaya kata dia, yang membuat desa memiliki karakteristik budaya yang spesifik. Untuk itu menurutnya, membangun desa, harus bertumpu pada akar budaya di desa tersebut. 

Keterlibatan perguruan tinggi kata dia, sangat penting dalam rangka pembangunan desa ini. Hal ini kata dia, bisa dimulai dari konsepsi dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. 

Adapun model kerjasama perguruan tinggi dan Kementerian Desa PDTT, dalam payung kampus merdeka untuk desa, di bidang pendidikan ada merdeka belajar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa, merdeka belajar BUMDes/ma, merdeka belajar pemenuhan 18 tujuan SDGs Desa, serta S1 praktis bagi kepala desa dan pengurus BUMDes. Kemudian dalam bidang penelitian misalnya, ada penelitian kuantitatif dan kualitatif berbasis data PDTT, pengembangan metode penelitian desa, serta kerja sama jurnal penelitian. JEF

Pilihan Redaksi :  RSUD Bangkai, Pembenahan untuk Peningkatan Status

 

 

 

Baca Juga