Bamboo Shelter Kulawi, Diharap Jadi Pusat Informasi Bagi Masyarakat 

  • Whatsapp
FOTO HLLL BAMBOO SHELTER KULAWI

SIGI, MERCUSUAR – Community Centre Kulawi (Bamboo Shelter) yang dibagun oleh KUN Humanity System dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga dapat menjadi pusat informasi bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta saat meresmikan  Community Centre Kulawi (Bamboo Shelter) di Desa Tangkulowi, Kecamatan Kulawi, Rabu (3/3/2021).

Berita Terkait

Demikian rilis yang diterima wartawan Mercusuar, Rabu (3/3/2021) malam.

Pada kesempatan itu, Bupati mengucapkan terimakasih kepada KUN Humanity System yang telah hadir membantu Pemerintah Kabupaten Sigi sejak awal pascabencana terjadi di wilayah itu.

Pilihan Redaksi :  Sigi Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat

“Begitu banyak bantuan dan program yang telah dibuat untuk masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kulawi, semoga dengan program ini masyarakat dapat memperoleh edukasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Bupati pada kegiatan yang turut dihadiri, antara lain Kadis PMD, Plt Kadis Kesehatan, Kabag Humas Sigi, Camat Kulawi, para kepala desa dan masyarakat.

Sementara Direktur KUN Humanity System, Dr Chandra Sembiring menjelaskan bahwa program Community Centre Kulawi (Bamboo Shelter) berkontribusi  secara signifikan dalam melatih kolaborasi multisektor, antara kelompok masyarakat, pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran dan meminimalkan dampak pandemi Covid-19 di berbagai sektor, seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan, perlindungan  sosial,  dan mata pencaharian.

Pilihan Redaksi :  Wagub Tinjau TPS PSU di Morut

“Baik KUN dan Christian Aid,  berharap untuk membangun keberlanjutan jangka panjang yang dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar di seluruh wilayah,” harapnya.

Project Manager KUN Humanity System, Prasetia mengatakan program itu awalnya dimulai sebagai program hunian bambu, kesiapsiagaan bencana dan survivor/community-led response. 

Namun, karena Covid-19 menerpa Indonesia pertama kali pada akhir Februari 2020, semua kegiatan dan operasional program dihentikan sementara sampai dibuatnya protokol keselamatan dan keamanan baru.

Pada akhir Maret 2020 KUN Humanity System menyelesaikan protokol keselamatan dan keamanan internalnya, serta kembali melanjutkan semua kegiatan dan operasional program dengan mengajukan modifikasi program terbaru untuk beradaptasi dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat disituasi pandemi.

Pilihan Redaksi :  Vaksinasi Lansia Belum Capai 20%

Salah satunya, kata Prasetia, mengembangkan sistem informasi desa (SID) sebagai alat pengelolaan informasi terpadu untuk menghubungkan desa dan puskesmas untuk memberikan informasi relevan yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat di desa-desa yang diintervensi. “Dengan dukungan Christian Aid, KUN melaksanakan tanggap darurat Covid-19 berbasis masyarakat untuk memberikan intervensi holistik di rumah sakit rujukan di Palu dan puskesmas, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dan masyarakat di empat desa, yakni Desa Boladangko,  Bolapapu,  Namo dan Desa Tangkulowi di Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi,” terangnya. AJI/*

Baca Juga