Banjir Tompe, Jembatan Hanyut, Puluhan Rumah Terendam

  • Whatsapp
FOTO BANJIR TOMPE (2)

DONGGALA, MERCUSUAR- Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala dan sekitarnya membuat sungai Desa Tompe banjir dan mengakibatkan jembatan darurat di desa setempat hanyut terbawah air, Minggu (13/9/2020). Luapan sungai juga merendam sekira 30 rumah warga.

Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah itu, sejak pukul 12.15 wita, yang kemudian sekira pukul 14.20 wita, sungai mengalami peningkatan debit air dan akhirnya satu buah jembatan darurat (bailey) hanyut dan air meluap ke pemukiman warga.

Banjir itu, juga membuat antrean kendaraan baik roda dua maupun roda empat, yang bergerak dari arah utara ke selatan (arah Kota Palu). Setelah beberapa saat, palang jembatan lama di desa itu, yang sebelumnya memang ditutup karena sedang dalam perbaikan, akhirnya dibuka demi membuka akses kendaraan yang menuju Kota Palu maupun dari arah sebaliknya.

Pilihan Redaksi :  Masuk Sulteng Wajib Swab

Sejumlah warga saling membantu memindahkan bahan makanan, seperti beras dan barang-barang penting lainya ke tempat yang lebih aman (tempat tinggi), bahkan ada yang harus memindahkan barang ke rumah kerabat.

Salah seorang warga, Efendi mengatakan, hujan yang melanda wilayah itu memang cukup lama dan sangat deras. Dia menuturkan, sejak siang itu bagian gunung atau hulu sungai sudah hujan.

“Saya waktu itu masih di sawah dan saya liat memang hujan di bagian gunung sudah hujan” jelasnya.

Dia mengatakan, begitu mendapat informasi bahwa terjadi banjir, maka iapun bergegas kembali ke rumah dan mendapati rumahnya dan juga rumah lainya yakni Dusun II/RT 04 sudah terendam air dengan tinggi sekira 80 senti meterm sebagian rumah di RT 2 juga terdampak luapan air.

Pilihan Redaksi :  KPU Sulteng Pleno Internal - Mendagri Larang Kerumunan Massa

“Jembatan darurat itu roboh dan menahan air, makanya air meluap ke rumah-rumah,” jelasnya.

Antrean kendaraan terjadi berjam-jam, karena kendaraan hanya diperbolehkan melintas di jembatan satu per satu, karena dikuatirkan kemampuan bobot jembatan tidak cukup menahan berat kendaraan.

Terlihat, aparat kepolisian dan TNI dibantu warga mengatur kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. AMR 

Baca Juga