Bea Cukai Pantoloan, Amankan Pemilik Pabrik Miras Ilegal di Pengawu

  • Whatsapp
Bea Cukai
BERI KETERANGAN - KPPBC TMP C Pantoloan melakukan press conference penangkapan pemilik pavrik Miras Ilegal di Pengawu, Palu Setatan, Selasa (17/11/2020). FOTO : DOK KPPBC TMB C PANTOLOAN

PANTOLOAN, MERCUSUAR – Bea Cukai Pantoloan mengamankan pemilik pabrik Minuman keras (Miras) ilegal di Kelurahan Pengawu, Palu Selatan. Kepala KPPBC TMP C Pantoloan Alimuddin Lisaw mengatakan, dalam upaya Pengawasan Peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal, Bea Cukai Pantoloan gencar melakukan operasi, guna mengantisipasi meningkatknya peredaran MMEA ilegal di akhir tahun menyambut tahun 2021.

Kemudian berhasil melakukan penindakan atas pabrik pembuatan MMEA illegal, PT. SA di Kelurahan Pengawu. Menurutnya, penindakan pabrik MMEA ilegal tersebut bermula dari adanya informasi petugas bahwa terdapat sebuah truk yang mengangkut BKC ilegal dari Kota Palu menuju Kabupaten Pasangkayu. Atas informasi tersebut, petugas Bea Cukai Pantoloan melakukan penindakan terhadap sebuah truk di wilayah Kabupaten Pasangkayu, dan mendapati 960 botol MMEA illegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai.

Pilihan Redaksi :  Polres Banggai Imbau Warga Jauhi Miras

Berita Terkait

Saat dilakukan pengembangan ke sebuah bangunan di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu dan berhasil mengamankan JTM sebagai pemilik pabrik tersebut, beserta barang bukti berupa 214 botol MMEA illegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai, etanol sebanyak 1.800 liter yang dikemas dalam 9 drum plastik, beras ketan yang difermentasi sebanyak 138 kg, bibit aroma aneka rasa sebanyak 26 botol, segel tutup botol sebanyak 489.200 buah, label botol sebanyak 197.400 lembar, 1 (satu) unit alat pengepress tutup botol, 1 (satu) unit panci/ketel dan drum destilasi, serta botol kaca kosong sebanyak 23.936 buah. Adapun total nilai barang terhadap pelanggaran ini sebesar Rp. 166.551.048,00 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 39.322.140,00.

Pilihan Redaksi :  Polres Banggai Imbau Warga Jauhi Miras

Pelaku melanggar pasal 50 dan pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007  dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Terhadap pelanggaran tersebut saat ini petugas KPPBC TMP C Pantoloan sedang melakukan pendalaman dan penelusuran atas pihak-pihak terkait serta terus berupaya meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran serupa, guna mengantisipasi maraknya peredaran MMEA ilegal yang mengakibatkan kerugian Negara dan kerugian masyarakat yang mengonsumsi MMEA illegal di wilayah pengawasan KPPBC TMP C Pantoloan. Kegiatan ini sejalan dengan program strategis Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk melaksanakan Operasi Gempur MMEA untuk mengantisipasi meraknya peredaran MMEA illegal pada akhir tahun.

Pilihan Redaksi :  Polres Banggai Imbau Warga Jauhi Miras

KPPBC TMP C Pantoloan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh instansi terkait atas sinergi, kerja sama, dan dukungan seluruh aparat penegak hukum baik POLRI, TNI, Kejaksaan, BPOM, dan seluruh stakeholder dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan penindakan ini.

“Semoga sinergi, kerja sama, dan dukungan seluruh aparat penegak hukum, pemerintah daerah, masyarakat, serta para stakeholder lainnya dapat terus terbina dengan baik dan berkelanjutan,” kata Alimudin. TIN/*

Baca Juga