Benahi Pembangunan Kota, Wali Kota Ajak Dewan Smart City

  • Whatsapp
Pemkot Ajak Dewan Smart

TANAMODINDI, MERCUSUAR- Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengajak Dewan Smart City dari Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk mensinergikan 53 program kerja percepatan Palu Mantap Bergerak yang diusungnya, dimana pertemuan dilaksanakan di  ruang rapat Bantaya Kantor Setda Kota Palu, Selasa (2/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Hadianto menyampaikan bahwa Kota Palu harus menjadi Smart City dan salah satu manfaatnya adalah berimbas kepada kesejahteraan masyarakat di wilayah Kota Palu. “Ini adalah upaya kita agar seluruh program yang tertuang dalam visi misi bisa terwujud ke depan,”kata Hadianto.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Hari Kedelapan Ramadan- Sejumlah Ruas Jalan di Palu Padat Kendaraan

Olehnya perlu perencanaan yang matang untuk Kota Palu dan tujuannya tidak ingin menyaingi kota-kota lain, akan tetapi tujuannya hanya untuk Kota Palu, sehingga sinergi semuanya dan bisa saling berkolaborasi.

“Semua hal yang bisa dicapai, perubahan yang betul-betul nyata  kita harus maju. Olehnya marilah kita selalu berpikir positif. Pandangan dan pikiran kita juga harus positif dan jangan berpandangan negatif  pasti kita tidak akan maju,”jelasnya.

Sementara itu, Koordinator tim Smart City ITB, Jimmy ST MM menyebutkan bahwa Smart City merupakan area perkotaan yang menggunakan berbagai jenis sensor Internet of Things (IoT) untuk mengumpulkan data.

Data tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai wawasan untuk mengelola aset. Konsep dari Smart City adalah dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan berbagai perangkat IoT untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kota, serta terhubung dengan warga.

Pilihan Redaksi :  Triwulan I, Jasa Raharja Serahkan Santunan Rp5,9 M

Dia mengatakan, smart city bukanlah kota ditambah teknologi saja, bukanpula kota ditambah aplikasi, atau kota ditambah roadmap. “Akan tetapi adalah bagaimana sebuah kota bisa membuat masyarakat meningkat kualitas hidupnya,” ujarnya.

Tentunya gambaran ini sangat cocok diterapkan di Kota Palu, olehnya harus ada arahan dan acuan yang jelas seperti pada model kota cerdas, smart ekonomi, birokrasi dan keuangan serta infrastruktur. Dia menambahkan, Smart City merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga. ABS

Baca Juga