BNN Kota Palu Ungkap Kasus Perdana di 2020

  • Whatsapp
BNN
Di Rumah Saja

PALU, MERCUSUAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika. Pengungkapan kasus yang ini merupakan yang pertama di tahun 2020.

Kepala BNN Kota Palu, AKBP Abire Nusu didampingi Kepala Seksi Pemberantasan, Gusti Bagus Ngurah dalam konferensi pers terkait pengungkapan kasus, yang dilaksanakan di Kantor BNN Kota Palu, Jumat (7/2/2020) menjelaskan, pengungkapan kasus ini dilakukan setelah pihaknya melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap dua pelaku, masing-masing MA alias A, dan CA alias C

Adapun kronologi penangkapan, sebagaimana dijelaskan AKBP Abire, antara lain, pada Senin, 3 Februari 2020, sekitar pukul 12.00 wita, anggota seksi pemberantasan BNN Kota Palu mendapatkan informasi dari masyarakat (informan), akan terjadi transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Palu Barat, tepatnya di Jalan Sungai Moutong, Kelurahan Ujuna. Menerima informasi tersebut, petugas pemberantasan BNN Kota Palu bergerak cepat dan langsung melakukan pengintaian di seputaran wilayah tersebut.

Pada pukul 14.00 wita, pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio Soul GT 125 berwarna hitam, yang dicurigai sebagai target yang akan melakukan transaksi narkoba. Dengan cepat, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap MA alias A. Adapun dari hasil penggeledahan, berhasil ditemukan barang bukti berupa; 10 paket plastik klip bening berisikan serbuk kristal yang diduga sabu dengan berat bruto 70,416 gram, 1 buah timbangan digital wama hitam, 2 pak plastik klip bening, 1 buah pembungkus rokok merk Dunhill warna hitam, 1 buah tas pinggang warna hitam, 1 buah dompet kecil warna orange, 2 buah buku catatan, 1 unit HP merek Oppo A5 warna merah, 1 buah KTP, 1 buah pulpen warna biru, 1 buah kartu ATM Bank Mandiri, 1 unit sepeda motor merek Yamaha Mio Soul GT 125 warna hitam DN 4521 JJ, 1 buah buku tabungan BRI An. Agustina No. Rek: 5182-01-010855-53-5, serta 1 buah buku tabungan Bank Mandiri An. Syarifuddin No. Rek: 151-00-0774414-4.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNN Kota Palu, untuk dilakukan pemeriksaan Jebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota pemberantasan BNN Kota Palu melakukan pengembangan pada Selasa 4 Februari 2020 dan menemukan 1 nama baru, yakni CA alias C, yang diduga sebagai bos dari MA alias A. MA sendiri dari hasil pemeriksaan diketahui merupakan kurir, yang mengantarkan paket narkoba.

Pada pukul 17.00 wita, anggota BNN Kota Palu langsung melakukan pengintaian di seputaran Jalan Hayam Wuruk I, yang mana diduga adalah tempat tinggal dari CA alias C. Setelah dilakukan pengintaian selama beberapa jam, kemudian pada pukul 23.00 wita, berhasil dilakukan penangkapan terhadap CA alias C, dan langsung melakukan penggeledahan di dalam rumah milk tersangka. Dari hasil penggeledahan tersebut ditemukan barang bukti berupa; 2 paket plastik klip bening berisikan serbuk kristal yang diduga sabu berat bruto 1,45 gram, 1 buah timbangan digital, 3 pak plastik klip bening kosong, 2 sendok plastik, 2 buku tabungan Mandiri An. tersangka, 1 (satu) buah ATM bank Mandiri An. tersangka, 1 buah kotak jam tangan berwarna hitam, 1 buah tas kecil berwarna merah, 1 buah plastik bening besar bekas penyimpanan sabu, 1 unit HP merk Oppo A3 warna putih, uang tunai sebesar Rp6.700.000, serta 1 buah buku tabungan Bank Mandiri An. Chandra Akbar No.Rek 151-00-1134638-1.

Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNN Kota Palu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya pada Kamis, 6 Februari 2020, sekitar pukul 09.00 wita, anggota seksi pemberantasan BNN Kota Palu melakukan pengembangan dan didapati hasil, AS alias U, yang mana AS alias U adalah seorang narapidana, di mana dari hasil interogasi kedua tersangka sebelumnya, AS alias U adalah pengendali atau otak di balik peredaran narkoba tersebut, dari balik jeruji Lapas Petobo. Pengungkapan kasus ini kata AKBP Abire, dilakukan atas kerjasama dengan pihak Lapas Petobo.

Adapun para pelaku dijerat pasal 112, 114 jo, serta pasal 132 UU Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara. Pihak BNN Kota Palu saat ini terus melakukan pengembangan kasus tersebut, untuk menemukan jaringan rantai peredaran narkoba tersebut. JEF

 

Di Rumah Saja

Pos terkait

Di Rumah Saja