BPPID Gelar Kompetisi Video New Normal

  • Whatsapp
ADIDJOYO DAUDA

PALU, MERCUSUAR – Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (BPPID) Provinsi Sulteng, menggelar kompetisi video inovasi terkait pelayanan dan inovasi menghadapi pandemi COVID-19.

Pada kompetisi video dengan tema ‘New Normal, Produktif dan Aman COVID-19’ tersebut, pihak penyelenggara melombakan tiga kategori, yakni rumah ibadah, rumah makan atau kafe, serta penginapan atau homestay.

Berita Terkait

“Tujuan utama kompetisi sebagai tindakan preventif atau pencegahan klaster baru COVID-19 di tiga kategori tersebut,” kata Kepala BPPID Provinsi Sulteng, Dr Adidjoyo Dauda, Senin (12/10/2020).

Pilihan Redaksi :  TNI Polri Gelar Trauma Haeling di Desa  Lemban Tongoa

Ia menjelaskan, dipilihnya rumah ibadah, rumah makan, dan penginapan, karena ketiga lokasi tersebut masih dianggap sebagai tempat yang memiliki potensi munculnya klaster baru penyebaran COVID-19. Apalagi, kata dia, saat ini beberapa rumah ibadah telah kembali dibuka setelah sempat ditutup pada masa awal pandemi.

Lomba tersebut disyaratkan diikuti oleh warga Sulteng baik perorangan atau kelompok. Video inovasi dapat berupa film pendek, parodi, ataupun jenis lainnya dengan durasi maksimal dua menit. Konten video harus sesuai dengan tema yang ditentukan penyelenggara. Konten video tidak boleh mengandung unsur sara, pornografi, serta melanggar UU ITE.

Kompetisi tersebut dilaksanakan mulai 1 Oktober 2020 hingga 31 Oktober 2020 mendatang. Para pemenang akan diberikan hadiah masing-masing Rp15 juta untuk juara I, juara II Rp10 juta dan juara tiga Rp7,5 juta.

Pilihan Redaksi :  Pasar Murah di Sigi, Jual 12.780 Paket Sembako  

Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan hadiah untuk juara favorit masing-masing kategori sebesar Rp5 juta.

Dia menerangkan bahwa pihaknya juga melibatkan perwakilan sejumlah institusi sebagai juri kompetisi video tersebut.

Ia berharap melalui kompetisi yang diselenggarakan BPPID Sulteng, masyarakat khususnya pengelola rumah ibadah, rumah makan atau kafe, serta penginapan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

“Diharapkan dengan itu potensi adanya klaster baru di Sulteng akan semakin berkurang,” tandasnya. IEA/*

Baca Juga