Bupati: Stimulan Tahap II Sigi Menunggu Juknis

Resmi di Buka di Palu

0 57

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Bantuan stimulan tahap II Kabupaten Sigi masih menunggu petunjuk teknis (juknis), mengingat saat ini draf juknis rehabilitasi dan rekontruksi (RR) pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Provinsi Sulteng tahap II sudah ada tinggal disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulteng.

Selain menunggu juknis dan SK Gubernur Sulteng, penyaluran dana stimulan Sigi masih proses, karena harus melalui alur yang sudah ada.

Hal tersebut dikatakan Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta kepada Mercusuar, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya, penerima bantuan dana stimulan tahap II untuk Sigi berjumlah 24.219 Kepala Keluarga (KK) dengan dana sebesar Rp 568 miliar. Dana tersebut berasal dari dana stimulan Sulteng dari empat kabupaten/kota sebesar Rp1,9 triliun.

Bagan alur pelaksanaan kegiatan penyaluran dan penggunaan bantuan dana tahap II RR perumahan pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulteng yakni pertama penyiapan pelaksana kegiatan dan tim pendamping, pelatihan pra tugas dan pembekalan tim pendamping, pemutakhiran data dan penerima bantuan oleh BPBD kabupaten/kota.

Slanjutnya Bupati/Wali Kota menerbitkan SK hasil pemutakhiran data. Namun saat ini Sigi masih melakukan penyiapan pelaksana kegiatan dan tim pendamping.

Dikatakan, alur penyaluran dana stimulan berikutnya adalah penerima bantuan membuka rekening di bank pemerintah yang ditunjuk. Di Sigi penyaluran dana stimulan melalui Bank BNI. Penerima bantuan menandatangani NPHD bersama BPKAD kabupaten/kota, penerima bantuan mengajukan permohonan penyaluran dana bantuan ke BPKAD, kalaksa BPBD kabupaten/kota mengeluarkan rekomendasi dan bersurat ke BPKAD, selanjutnya BPKAD menyalurkan dana bantuan dari RKUD ke rekening penerima bantuan melalui Bank pemerintah yang ditunjuk.

Penerima bantuan menyusun LPJ keuangan dan pekerjaan, penerima bantuan melaksanakan pekerjaan pembangunan rumah berdasarkan termin. Penerima bantuan mencairkan dana bantuan sesuai termin di bank pemerintah yang ditunjuk dan selanjutnya penerima bantuan mengajukan permohonan rekomendasi pencairan kepada Kalaksa BPBD kabupaten/kota.

“Penyaluran dana stimulan tidak asal menyalurkan, akan tetapi penyaluran dana stimulan harus melalui mekanisme dan alur yang ada, sehingga tidak menabrak aturan,” kata Irwan.

Menurutnya, sebelum penyaluran dilakukan uji public. Setelah uji publik selanjutnya masuk tahap verifikasi. Uji publik yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui desa yang disampaikan kepada masyarakat. Apabila ada koreksi, koreksi tersebut disampaikan dalam bentuk laporan oleh desa kepada Pemkab Sigi melalui BPBD.

Selanjutnya melakukan verifikasi, supaya data penerima bantuan stimulant klir, setelah itu bantuan kita luncurkan. Tapi bantuan belum bisa diluncurkan kalau juknis dan juklak dari Gubernur Sulteng belum ada, karena hal ini menyangkut mekanisme.AJI

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish