Debat Kandidat di Sigi, KPU Batasi Media Meliput

  • Whatsapp
FOTO HLLL DEBAT KANDIDAT KPU SIGI
SUASANA di luar gedung pelaksanaan debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Sigi di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (25/11/2020). FOTO: MISBAH HIDAYAT/MS

SIGI, MERCUSUAR – Sejumlah awak media cetak maupun online ditolak oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sigi dan tidak diperbolehkan meliput agenda debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Sigi yang digelar di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (25/11/2020).

Sedikitnya dua media cetak dan satu media online yaitu Harian Mercusuar, Harian Sulteng Raya dan www.corongsigi.com yang dilarang masuk ke areal debat kandidat dengan alasan tidak membawa undangan dan bukan media yang bekerjasama dengan KPU Sigi.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  2.364 Nakes di Banggai akan Divaksin

Wartawan Sulteng Raya, Fery Fadli menyayangkan sikap KPU Sigi yang menolak mereka masuk ke ruangan debat kandidat atas faktor tersebut.

“Kami kecewa karena tidak diberi akses masuk meliput hanya karena tidak membawa undangan dan bukan media yang bekerjasama dengan KPU Sigi. Padahal media kami kredible meski tidak termasuk media yang diajak kerjasama oleh KPU Sigi,” ungkap Fery.

DISAYANGKAN AJI PALU

Pembatasan itu pun disayangkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu.

Menurut Ketua AJI Palu, Iqbal seharusnya pembatasan itu tidak perlu terjadi, sebab banyak cara yang dapat dilakukan pihak KPU Sigi agar tetap bisa mengakomodir awak media yang tidak memiliki undangan.

Pilihan Redaksi :  UMK di Morut Tertinggi

“Pada prinsipnya setiap awak media memiliki hak yang sama untuk meliput apapun yang sifatnya ranah publik. Apalagi debat kandidat seperti ini. Namun tetap harus dicari tahu juga apa alasan pihak KPU Sigi melarang. Perlu ada keterbukaan dan komunikasi yang baik soal hal ini,” ujar via handphone.

Terpisah, Ketua KPU Sigi, Hairil saat dikonfirmasi membenarkan terkait pembatasan tersebut.

Dia mengaku terpaksa membatasi akses awak media untuk meliput debat kandidat itu karena adanya aturan pembatasan jumlah peserta menyangkut potensi penularan Covid-19.

“Kami minta maaf ke teman-teman media, bukan maksud kami melarang meliput. Tapi kami juga dibatasi oleh aturan soal protokol kesehatan terkait Covid-19. Olehnya, pembatasan jumlah peserta ini berdampak ke jumlah awak media yang diizinkan meliput. Maka berdasarkan hasil kesepakatan pleno bahwa yang bisa masuk hanyalah yang memiliki undangan,” tanggap Hairil melalui handphone.

Pilihan Redaksi :  Korban Banjir di Sojol, Pemkab Donggala Salurkan Bantuan

Selain itu, katanya, ruangan yang sempit juga mempengaruhi jumlah peserta yang diizinkan masuk. “Ruangan yang digunakan sekarang jauh lebih kecil dibanding saat debat kandidat yang pertama. Sementara kami juga harus patuh dengan standar protokol Covid-19. Olehnya, secara kelembagaan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan teman-teman media,” tutupnya. BAH

Baca Juga