Disperindag Monitoring Harga Barang di Pasar Ganti

0 44

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

DONGGALA, MERCUSUAR – Harga barang dagangan utama (komoditas) di Pasar Malonda Ganti, Kecamatan Banawa masih relatif stabil pada pertengahan bulan puasa (Ramadan) 2019. Hal itu berdasarkan monitoring Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Donggala, Senin (20/5/2019).

Hasil monitoring yang dipimpin Kepala Disperindag Donggala, Pattakali di pasar yang berada di Kelurahan Ganti itu, ditemukan sejumlah informasi yang menggembirakan.

“Alhamdullilah, tidak ada kenaikan harga yang menyolok sehingga masyarkat bisa berbelanja di pasar Ganti dengan nyaman dan dapat membeli dengan harga stabil,” ujar Kepala Disperindag usai monitoring.

Lebih jauh dijelaskannya bahwa tidak terjadi lonjakan harga komodias dipertengahan Ramadan ini. Dicontohkannya, harga gula hanya naik Rp500, yakni dari Rp12.500 per kilogram (kg) jadi Rp13.000 per kg.

Bahkan bawang putih pada awal Ramadan tembus hingga Rp80.000 per kg turun jadi Rp40.000 per kg. Demikian bawang merah, berada dikisaran Rp30.000 sampai Rp35.000 per kg, serta beras masih stabil dikisaran Rp9.000 per liter.

Apakah harga ini bisa stabil sampai pada hari lebaran?

Terkait apakah harga akan tetap stabil hingga Lebaran, Pattakali mengatakan kemungkinan besar harga akan tetap stabil sejauh tidak terjadi kekosong persediaan barang.

Namun, sambungnya, hal berbeda bisa terjadi pada komoditas daging sapi yang sering terjadi kenaikan setiap jelang hari raya Idul Fitri.

Harga daging sapi, katanya, masih berada dikisaran harga Rp110.000 per kg, namun diprediksi naik menjadi Rp120.000 per kg bahkan bisa lebih tinggi dari harga tersebut.

“Mudah-mudahan komoditi lain tidak ada kenaikan harga yang sangat berarti, sehingga masyarakat bisa menikmati Lebaran nanti dengan nyaman. Bisa membeli barang dengan harga yang tidak terlalu mahal,” harapnya.

Ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum melakukan operasi pasar karena tidak terjadi gejolak harga dipasar. Jika terjadi gejolah harga, khsusunya beras, maka pihaknya bersama dengan Bulog akan melakukan operasi pasar.  

“Terkait dengan pasar murah, pihak Pemkab Donggala belum bisa melakukannya karena anggaran yang tidak tersedia. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, dimana kegiatan pasar murah bisa dilakukan dibeberapa kecamatan,” tutupnya. HID  

 

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish