Gelar FGD Penyusunan Publikasi Daerah Dalam Angka

PEMKAB DAN BPS SIGI

0 193

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Sigi dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sigi, menggelar Focus Grup Disscusion (FGD), terkait penyusunan publikasi daerah dalam angka tahun 2020. FGD ini dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sigi, di Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Jumat (14/2/2020).

Kepala BPS Sigi, Jefrie Wahido mengatakan, terkait angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Sigi, tahun 2018 sampai 2019 mengalami kenaikan. Hal ini diakibatkan bencana yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Tentunya hal tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan rusaknya sejumlah fasilitas umum irigasi Gumbasa, yang merupakan sumber air yang sangat penting bagi petani, karena Kabupaten Sigi merupakan potensi pertanian yang cukup besar di daerah ini.

Daerah pertanian sebagai sumber penghasilan besar bagi masyarakat Sigi dan dengan tidak berfungsinya irigasi Gumbasa, memiliki pengaruh yang besar terjadinya penurunan penghasilan maupun pendapatan masyarakat khususunya para petani.

Indikator lain juga kata Jefrie, yakni beberapa sektor usaha yang juga baru bergerak pasca bencana tahun 2018 lalu. Namun dalam hal tersebut, Kabupaten Sigi cukup baik dalam pemulihan ekonomi yang dilakukan, di mana pemerintah daerah mempercepat pergerakan pertumbuhan ekonomi, sehingga angka kemiskinan dapat diminimalisir.

“Tidak hanya Kabupaten Sigi saja yang terjadi seperti itu, akan tetapi daerah yang terdampak bencana tahun lalu juga mengalami hal yang sama, dengan naiknya angka kemiskinan. Bila ada yang mengatakan pascabencana angka kemiskinan menurun, tentu hal tersebut perlu dipertanyakan keakuratan pendataan yang dilakukan,” ujarnya

Kepala BP3D Sigi, Sutopo Sapto Condro menjelaskan, terkait dengan irigasi Gumbasa yang saat ini terus dilakukan perbaikan. Ditargetkan akhir tahun 2021, sepanjang irigasi Gumbasa telah selesai dikerjakan sampai di Desa Mpanau, yang sebelumnya memenuhi pengairan persawahan seluas 8 ribu hektar lebih.

Kita berdoa agar pengerjaan irigasi Gumbasa selesai tepat waktu. Namun dalam hal ini Pemkab juga telah melakukan upaya, berupa program air dalam di sejumlah titik, untuk memenuhi area pertanian sambil menunggu penyelesaian irigasi gumbasa.

Adapun peserta FGD merupakan perwakilan OPD Sigi dan media. AJI

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish