Gempa Majene, Tiga Meninggal Ribuan Mengungsi

  • Whatsapp
5C22C68E-2E71-4EDB-A47F-78FB2D61B023

MAJENE, MERCUSUAR- Gempa berkekuatan 6,2 SR di Mejene, Sulawesi Barat menewaskan tiga orang dan 24 lainnya luka-luka. BPBD setempat terus melaporkan perkembangan terkini dampak gempa yang terjadi Jumat (15/1/2021) dinihari tadi.

Dedi warga Kaluku, Mamuju yang dihubungi Mercusuar dari Palu menyampaikan banyak rumah rusak dan warga mengungsi.

Berita Terkait

“Warga sebagian telah mengungsi saat gempa kamis sore. Banyak bangunan rubuh,” kata Dedi.

Ros, warga Mamuju juga menginformasikan hal yang sama.

Informasinya mengatakan jalan Mamuju-Majene putus. Hingga Jumat dini hari, ia belum bisa komunikasi dengan keluarganya di Tapalang Majene.

Pilihan Redaksi :  Gowes Bersama Gubernur, Wartawan Ngos-ngosan

Dilansir dari sindonews, hingga Jumat (15/1/2021), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Sementara itu, BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB).

Merespon kondisi ini, BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.

Pilihan Redaksi :  PETI di Parmout  Ditutup

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik. Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) membuat para warga panik. Kepanikan membuat mereka keluar rumah. Laporan yang diterima Pusat Pengendali Operasi BNPB pada dini hari tadi menyebutkan masyarakat masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan.

Hal serupa dirasakan warga Kabupaten Polewali Mandar. BPBD setempat menginformasikan gempa dirasakan warga cukup kuat sekitar 5 hingga 7 detik. Guncangan memicu kepanikan hingga keluar rumah. TMU/SDC

Baca Juga