Gempa Rusak 38 Bangunan di Morowali

0 16

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

MOROWALI, MERCUSUAR – Sebanyak 38 bangunan di Kabupaten Morowali mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6.9 SR pada Jumat (12/4/2019) sekira pukul 19.40 Wita berpusat di 1,90 Lintang Selatan dan 122,54 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, baik kerusakan ringan, sedang maupun kerusakan berat.

Bangunan yang rusak tersebut, terdiri dari rumah warga, masjid dan gedung sekolah.

Demikian laporan yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali pada Sabtu (13/4/2019).

Menurut Kepala BPBD Morowali, Nafsahu Salili di Desa Sakita rumah warga yang rusak sebanyak 23 unit, terdiri dari 15 unit rusak ringam, tiga unit rusak sedang dan lima unit rusak berat. Di  Kelurahan Lamberea sebanyak 10 unit rumah warga mengalami rusak ringan.

Sementara di Kelurahan Matano sebanyak satu unit rumah rusak ringan dan satu unit masjid rusak sedang.

Kemudian di Desa Ipi sejumlah tiga unit rumah rusak ringan dan di Desa Lahuafu satu unit gedung SMP mengalami rusak berat.

DUA ORANG MENGALAMI LUKA

Sementara, untuk korban luka-luka sebanyak dua orang, yakni Linggar dan Hadijah.

Linggar mengalami patah kaki akibat jatuh dari rusun saat gempa terjadi dan saat ini masih dirawat di RSUD Morowali. Sementara Hadijah terjatuh dari sepeda motor saat gempa dan mengalami luka bagian wajah dan kepala, serta saat ini juga telah mendapatkan perawatan di RSUD Morowali.

Nafsahu menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik, tetap tenang dan kembali ke rumah masing-masing untuk beraktifitas sebagaimana biasanya. 

“Masyarakat jangan percaya berita hoaks, harus mendengar arahan dan petunjuk pemerintah. Jangan terlalu percaya dari oknum-oknum yang tidak jelas sumbernya, jalankan aktifitas seperti biasanya dan tetap waspada serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT,” imbaunya.

AKTIVITAS DI PASAR KEMBALI NORMAL

Pantauan wartawan Media ini di pasar tradisional modern Bungku, Senin (15/4/2019), aktifitas jual beli kembali berjalan normal meskipun ada beberapa pedagang maupun pembeli yang masih merasa was-was.

Salah seorang pembeli, Fitri mengaku tak ingin berlama-lama di pasar karena masih trauma dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam lalu.

“Sudah habis bahan dapur jadi saya turun ke pasar, tapi saya mau buru-buru pulang jangan sampai ada gempa lagi,” singkatnya. BBG

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish