Gowes Bersama Gubernur, Wartawan Ngos-ngosan

  • Whatsapp
IMG-20210301-WA0011(1)

GUBERNUR  Sulawesi Tengah, Longki Djanggola gowes bersama sejumlah wartawan yang tergabung dalam komunitas JouTube, Sabtu (27/2) pagi kemarin. Rutenya di dalam Kota Palu. Meski jalan yang dilalui cukup rata, beberapa wartawan sempat ngos-ngosan mengikuti irama Longki dan komunitasnya.  

Ketika gowes bersama itu diakhiri di Warung Kopi Roemah Balkot, speedometer odometer di sepeda Longki tercatat angka 15,5. Berarti, rombongan sepeda itu tadi menempuh jarak 15 kilometer lebih.  Adalah jarak cukup pendek bila membandingkan dengan kebiasaan Longki gowes selama ini.

Berita Terkait

Buktinya, selesai rehat di warung kopi, saat hendak pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Zebra, Longki malahan tidak pulang naik mobil. Ia tetap gowes dengan jarak beberapa kilometer lagi.

“Ngos-ngosan kita mau ikut irama Pak Gub gowes. Sepeda yang dikayuhnya cukup laju dan kecepatannya merata. Kami tadi waktu di pantai nyaris tak mampu ikut,” kata wartawati Mercusuar, Kartini Nainggolan yang ikut gowes.

Sementara Nurlela K juga mengaku kesulitan untuk mengikuti rombongan gubernur. Ia malahan sempat tidak tuntas sampai ke titik terakhir saat mengikuti kegiatan gowes gubernur bersama jurnalis itu.

Lain halnya dengan Rian Saputra, jurnalis TVRI Sulteng dan Etha. Keduanya mampu mengimbangi irama gowes gubernur. Pasalnya, ia juga sering gowes. Ia mengaku baru kali ini gowes bersama komunitas gubernur namun mampu mengimbangi irama kecepatan mereka mengayuh sepeda.

“Alhamdulillah, baru kali dapat gowes bersama gubernur, dapat sehatnya, dapat happynya. Kenyang juga dapat karena berakhir di warung kopi, ha … ha … ha …,” kata Rian sambil berharap di lain waktu dapat diundang lagi gowes bareng.

Longki bersama komunitasnya memang rutin gowes Sabtu dan Minggu. Khusus hari Minggu, setelah gowes dilanjutkan dengan berenang di Pantai Tumbelaka. Sekarang malahan menurut Longki menjadi tiga kali seminggu acara gowes dilakukan, ditambah setiap hari Rabu.

Longki mengatakan, gowes merupakan upaya memupuk kebersamaan dan silatuhrahim melalui olahraga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

“Gowes ini sangat bagus. Disamping menyehatkan juga sebagai ajang silaturahim. Namun kita jangan lengah, tetap perhatikan protokol kesehatan Covid-19,” katanya beberapa waktu lalu.

Ia selalu mengingatkan, masyarakat jangan lengah, tetap waspada terhadap wabah Covid-19. “Walaupun daerah kita sudah tergolong landai terhadap peneyebaran Covid-19, namun kita semua harus selalu waspada,” katanya.MAN

Baca Juga