Hasil Fantastis PASI Sulteng di Kejurnas

0 53

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – Hasil fantastis telah ditunjukkan skuad  Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sulawesi Tengah yang berlomba di kejurnas Atletik U18, U20 dan Senior  2019 di Bogor Jawa  Barat. Pada lomba yang digelar di stadion Pakansari, tanggal 1-7 Agustus 2019, Sulawesi Tengah membawa pulang 2 medali emas dan 4 medali perunggu.

Dua emas tersebut dipersembahkan Rico Richard Tumarar di nomor bergengsi 100 meter dan 200 meter putra U-18. Empat  medali  perunggu disumbangkan Sandy di nomor 200 meter U-18, Daniela Elim Datu di nomor 100 meter putri U-18 , Qusay Mayang di lintasan nomor 3000 meter U-18 serta lari jarak menengah 5000 meter U20 yang diraih Dewi Sri Wahyuni.

Terkait pencapaian luar biasa tersebut, Ketua Harian PASI Sulawesi Tengah, Muhammad Warsita menilai  bahwa potensi atlet Sulteng sangat bisa bersaing di level nasional.

“Dua emas dan empat perunggu yang diraih anak-anak kita ini membuktikan bahwa di level nasional juga kita bisa bersaing meskipun beberapa anak juga mengalami penurunan dalam kejurnas ini. Namun sisi positifnya ada beberapa anak yang mendekati limit PON seperti  Daniela, Rico, Feldi,Fajaruddin  dan beberapa lainnya. Dan Insha Allah  hasil dari kejurnas ini menjadi bahwan evaluasi pengprov untuk kualifikasi PON berikutnya karena masih ada agenda kejuaraan yang masuk sebagai kualifikasi PON,” ujar Warsita.

Pada 6 September  mendatang PASI Sulteng  juga akan ikut Bali Marathon sebagai ajang kualifikasi PON dan tiga atlet yakni Nofeldi Petingko, Reandi Rigu dan Ade Putra Insha Allah akan ikut berlomba namun   mereka akan megikuti tes fisik dan kesehatan yang dilakukan KONI Provinsi Sulteng.

 

“Mudah mudahan kejurnas ini  menjadi sebuah fase dalam proses pembinaan berikutnya dan  tentunya support dari KONI Sulawesi Tengah sangat kami harapkan. Kami berharap mudah-mudahan puncak prestasi  anak-anak kita  ini ada di tahun 2024 setelah PON Papua. Tapi paling tidak kita  masih punya kesempatan untuk lolos ke PON 2020 karena masih ada Bangka Belitung Open, Jabar Open, Popnas Papua,Jakarta Marathon, Jogja Open, Panglima Open,  Bali Marathon dan   Pomnas. Untuk mencapai performa  terbaik di PON 2024 mendatang proses pembinaan di daerah tentunya sangat diharapkan,” terang Warsita.

Seelain dukungan KONI, sukses PASI Sulteng di kejurnas kata Warsita  tak lepas dari peran  dan support Smanor Tadulako  dan PPLP Sulteng. CLG

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish