Investasi Bergantung pada Kualitas Data

0 47

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hasanuddin Atjo menegaskan kualitas data sangat berpengaruh pada peningkatan investasi. Menurutnya, hal itu yang saat ini masih perlu menjadi perhatian secara nasional, maupun bagi pemerintah daerah.

 

Ia menuturkan, sepanjang tahun 2017 sekitar 37 pabrik direlokasi keluar dari Tiongkok. Dari jumlah tersebut, 30 pabrik di antaranya ke Vietnam, sisanya ke Thailand, Malaysia dan Kamboja. Kemudian di tahun 2018 ada relokasi pabrik keluar Jepang, dan Indonesia juga bukan menjadi tujuan prioritas.

 

“Kita masih kurang diminati oleh investasi asing, kita bukan menjadi tujuan utama, ini antara lain karena data kita menjadi soal, dilihat di pusat dan di daerah datanya berbeda-beda sementara investor ini sangat percaya tentang data terkait proyeksi bisnisnya,” ujarnya, saat menjadi pembicara pada salah satu kegiatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, belum lama ini.

 

Ia menegaskan, salah satu upaya perbaikan kualitas data di Indonesia saat ini ditempuh melalui kebijakan Satu Data Indonesia. Menurutnya, secara umum program Satu Data Indonesia dapat menjadi pijakan untuk pengambilan sebuah kebijakan yang dimulai dari perencanaan hingga implementasi.

 

Pemerintah sebagai pemilik data yang sah, kata Hasanuddin Atjo, harus melayani 3 segmen terkait ketersediaan data tersebut. Yakni government to citizen (pemerintah ke masyarakat), government to businessman (pemerintah ke pengusaha atau investor) dan government to government (antarlembaga pemerintah).

 

“Jadi data yang ada di pemerintah harus betul-betul satu data, untuk dimanfaatkan oleh para investor atau calon investor. Data yang belum menyatu masih menjadi problem kita,” imbuhnya.

 

Untuk mewujudkan Satu Data Indonesia, tegasnya lagi, perlu adanya satu frekuensi pemikiran antara SDM pemerintah. Selain itu, sebagai pelayan masyarakat, seluruh komponen pemangku kepentingan harus adaptif dengan kultur perubahan, serta bersikap inovatif sehingga lahir update.

 

“Jika ketiga hal itu bisa dikembangkan, maka Satu Data Indonesia bisa direalisasikan,” tandasnya. IEA

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish