Jangan Paksa Anak Belajar Demi Nilai Bagus

0 33

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

BIROBULI, MERCUSUAR – Orangtua pasti bangga jika anaknya mendapat nilai sekolah yang bagus dan sempurna. Sayangnya, tidak semua anak memiliki kemampuan belajar yang sama, sehingga orang tua tidak boleh memaksakan anaknya untuk belajar agar nilainya bagus.

Hal ini disampaikan Kepala SDN Inpres 5 Birobuli, Dutri dihadapan orangtua siswa yang mengantarkan anak mereka dihari pertama masuk sekolah, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, ada anak yang dengan mudah mendapatkan nilai bagus di sekolah dan sebaliknya. Namun, setiap anak memiliki kelebihan masing-masing, baik itu dipelajaran, olahraga, agama, kesenian atau bidang lainnya.

Dutri menambahkan agar orangtua tidak perlu kecewa bila nilai anak, apalagi sampai memaksa anak belajar terus-menerus agar nilainya meningkat. Menekan anak belajar untuk mendapatkan nilai bagus akan memberikan dampak buruk.

“Orangtua jangan membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain, karena setiap anak punya kelebihan masing-masing. Jangan paksa anak belajar yang akan membuat anak was-was ketika ke sekolah karena sudah dijajah untuk belajar saat di rumah,” ujarnya.

Hari pertama masuk sekolah, Dutri berharap orangtua siswa bisa hadir mengantar anak-anaknya. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kedekatan antara orang tua siswa dengan guru-guru di sekolah.

Dutri mengakui bahwa ada orangtua siswa yang sama sekali tidak  mengetahui dimana kelas dan wali kelas anaknya, akibat kurang komunikasi dengan pihak sekolah.

“Setiap hari orang tua mengantar anaknya hanya sampai dipintu gerbang saja dan melepaskan anaknya begitu saja. Akibatnya orangtua sama sekali tidak mengetahui dimana kelas dan siapa wali kelas anaknya,” kata Dutri.

Hari pertama masuk sekolah di SDN Inpres 5 Birobuli, Jalan Banteng, Kelurahan Birobuli, kecamatan Palu Selatan, terlihat antusias orangtua murid mengantar anak-anaknya ke sekolah. Anak anak yang terlihat gembira, ada yang masih malu-malu dan tidak ingin lepas dari orangtua, bahkan ada anak yang menangis karena tak mau orangtuanya jauh dari pandangan.

Kondisi anak-anak tersebut tak membuat guru gentar untuk membujuk dan memberikan semangat kepada peserta didik baru. TIN

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish