Juara Robotika Internasional

Siswa Madrasah An Nur Buuts

0 61

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – Tiga siswa Madrasah An Nur Buuts membuktikan tekadnya untuk menjadi juara di Singapura dan Malaysia. Setelah mengikuti lomba robotika di dua negara itu, ketiganya membawa pulang enam piala ke Palu.

Ketiga siswa itu tiba di Palu, Selasa (11/2) lalu, dijemput kepala sekolahnya, ZuliIndriani,S.pd. Muhammad Zain Al Azhar, siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Terpadu An Nur Buuts meraih juara pertama tingkat internasional Lomba Robotika 27th Singapore Robotic Games 2020 di Nanyang Polytechnic Singapura pada 6 Februari 2020.

Selain itu, Muhammad Zain Al Azhar juga mendapatkan juara kedua tingkat international di Johor, di Universitas Technology Malaysia, pada lomba Line Follower Analog World Robotic for Peace 2020 yang berlangsung 7-10 Februari 2020.

Sementara Muhammad Mutawalli Sya’rawi meraih juara  pertama pada lomba Robot Line Follower, juara dua Lomba Soccer Robot, juara dua Robot Battle Solving, dan juara tiga Lomba Transporter Robot pada Event World Robotic for Peace 2020 di University Technology Malaysia.

Kemudian Titi Mutiara Imamah juga meraih juara pertama  500 gram Mini Robot Sumo pada event World Robotic for Peace 2020 di University Technology Malaysia

Ketiga siswa tersebut berangkat ke Singapura pada 5 Februari 2020. Mereka mengikuti lomba di Singapura pada 6 Februari 2020. Kemudian berangkat ke Johor, Malaysia pada 6 Februari 2020 untuk mengikuti lomba berikutnya.

Setelah menyelesaikan rangkaian lomba di Singapura dan Malaysia, mereka kemudian ke Kuala Lumpur untuk berwisata dan melanjutkan perjalanan pulang ke Palu.

Menurut ZuliIndriani, Madrasah An Nur Buuts sering kali mendapatkan juara pada lomba Robotika dan lomba-lomba lainnya, baik pada tingkat Kota Palu, tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, maupun tingkat nasional. Termasuk menjadi satu-satunya sekolah di Sulawesi Tengah yang tiga  kali  mengikuti lomba Hafidz Al Quran Indonesia RCTI tingkat nasional.

“Alhamdulillah,  prediksi saya bahwa mereka semua mendapatkan juara satu tingkat internasional tidak meleset,” kata ZuliIndriani.

Menurutnya, sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Terpadu An Nur Buuts sudah sepakat dengan kepala Madrasah Ibtidaiyah Terpadu An NurBuuts, Zulfitrah, S.Pd untuk meraih prestasi–prestasi yang belum pernah dilakukan oleh sekolah-sekolah sebelumnya atau sudah pernah dilakukan tapi sangat sulit untuk melakukannya. “Ke depan kami  akan membuat percobaan–percobaan dan penelitian–penelitian ilmiah sehingga menghasilkan penemuan–penemuan sebagai karya anak bangsa. Kami benar-benar menjaga kualitas pendidikan pada pelajaran Al Qur’an, Matematika, Sains, Komputer, Bahasa Arab, Bahasa Inggris maupun pada pelajaran-pelajaran lain,” katanya.

Ditargetkan 80 persen siswa kelas satu hingga kelas lima akan menghafal 30 juz Al quran sebelum lulus dari Madrasah Ibtidaiyah Terpadu An Nur Buuts dan 80 persen siswa kelas tujuh dan delapan Madrasah Tsanawiyah Terpadu An Nur Buuts akan menghafal 30 juz Al Quran sebelum lulus.

Disebutkan sudah banyak santri yang menghafal 30 juz Al Quran denganp restasi yang gemilang pada pelajaran–pelajaran lainnya. “Kami yakin kami bias,” kata ZulyIndriyani.

Kegigihan siswa Madrasah An Nur Buuts patut diberikan apresiasi. Muhammad Mutawalli Syarawi, misalnya. Ia dua kali masuk rumah sakit ketika di Malaysia karena amandelnya bengkak dan bernanah. Kemudian panas demam yang sangat tinggi. Meski begitu ia masih berusaha mengikuti lomba dengan baik.

“Tekad kami untuk mengharumkan nama Palu, Sulawesi Tengah dan Indonesia di mata dunia internasional sangat tinggi. Maka kami berjuang sungguh-sungguh dan tak mau menyerah,” kata ketiga siswa itu dengan penuh semangat.

Sementara Pemerintah Kota Palu mengapresiasi para siswa berprestasi peraih juara pada ajang lomba robotik tingkat internasional di Johor Bahru, Malaysia dan Singapura.
“Kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan An-Nur Buuts yang telah membimbing dan membina para siswanya sehingga berprestasi di tingkat internasional,” kata Sekretaris Kota Palu Asri saat menerima kunjungan tiga siswa pemenang robotik internasional, di Palu, Senin.
Menurut Sekkot, ke tiga siswa itu adalah aset daerah yang harus di bina serta terus didukung agar mampu meraih juara dalam kompetisi lainnya baik skala nasional maupun internasional.
“Apa lagi usia mereka masih sangat muda,” katanya.MAN/ANT

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish