Jumat Berkah, SMPN 1 Palu Bagikan Sembako 

  • Whatsapp
aref

PALU, MERCUSUAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat, termasuk para nelayan  untuk waspada dampak La Nina saat menangkap ikan di laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Arief Latjuba di Palu, Jumat (16/10/2020) meminta para nelayan agar dalam melaksanakan aktivitas di laut tetap ekstra hati-hati, karena berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat dan BMKG Palu bahwa fenomena La Nina dimana tingkat curah hujan meningkat, kemungkinan bisa terjadi bencana alam.
Peningkatan curah hujan juga tentu dapat memacu gelombang laut naik sehingga sangat membahayakan bagi keselamatan nelayan. “Apalagi kebanyakan nelayan di Sulteng rata-rata masih menggunakan perahu motor kecil,” katanya.
Karena itu, jika melihat kondisi cuaca tidak memungkinkan, lebih baik tidak melaut untuk sementara waktu. “Nanti jika kondisi cuaca sudah bagus, barulah turun menangkap ikan guna memenuhi kebutuhan keluarga,” imbau Arief.
Hal senada juga disampaikan Kepala BMKG Bandara Sis Aljufri Palu, Nur Alam. Ia juga meminta masyarakat di seluruh wilayah Sulteng untuk lebih waspada dalam beberapa bulan ke depan ini diprediksi akan terjadi puncak La Nina.
Peningkatan curah hujan diprediksi akan terjadi dari Januari-Februari 2021. “Tapi dampaknya sudah dimulai dari Oktober 2020 di sejumlah wilayah, termasuk di Sulteng,curah hujan terbilang tinggi,” katanya.
Karena itu, masyarakat perlu waspada karena dalam kondisi cuaca ekstrem biasanya terjadi bencana alam banjir dan longsor. Apalagi di Sulteng banyak sungai dan struktur tanahnya labil.
Ketika curah hujan meningkat, sering terjadi banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sulteng.
Kepala BPBD Sigi, Asrul sebelumnya telah mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah di daerah itu untuk tetap siaga menghadapi fenomena alam.
Sigi merupakan daerah di Sulteng yang selama ini paling rawan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor. IEA

Pilihan Redaksi :  Relokasi Anggaran OPD Sulteng Rp112 Miliar - Untuk Penanganan COVID-19

Baca Juga