Jumriah, Tujuh Tahun Digerogoti Kanker

Hanya Gunakan Obat-obatan Tradisional

0 113

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

TALISE, MERCUSUAR-  Jumariah (41) seorang ibu asal Desa Ponggerang Kacamatan Dampelas Kabupaten Donggala, mengalami sakit kanker Payudara yang bisa dikatakan dalam stadium tinggi atau cukup parah, bagian dadanya kanannya mengalami pembengkakan dan luka-luka.

Selama 7 tahun, ia menahan sakit dan selama itu dirinya hanya satu kali melakukan pengobatan ke dokter di desanya, sebab tempat tinggalnya di bagian pedalaman (Paleong) yang jauh dari fasilitas kesehatan dan lainnya. Selain itu faktor keuanganlah yang membuat dirinya terpaksa hanya menggunakan obat-obatan tradisional dan pengobatan dari praktek perdukunan.

Setelah mendapat informasi mengenai kondisi wabita tersebut dari postingan di media sosial, Komunitas TDA Palu melalui program TDA Peduli dan komunitas lainya akan berupaya meringankan beban Jumriah, semakin hari dia hanya bisa terbaring menahan sakit dan lemas, maka segala aktivitasnya pun dilakukan diatas tempat tidur sejak tiga tahun terakhir ini.

Kini Jumriah, sedang dalam perawatan medis menyeluruh di Rumah Sakit Undata kamar Teratai III, darin hasil diagnosa sementara oleh dokter spesialis, Jumriah harus segera mendapat penanganan dari dokter ahli di Kota Makassar. Untuk itu, dalam satu dua hari ini bersama keluarganya, Jumriah akan diberangkan menggunakan mobil ambulance, sebab kondisinya sekarang ini sudah tidak bisa duduk berlama-lama.

“Kami selama ini hanya dapat memberikan obat kampung, sehingga dimana ada orang bilang disitu ada obat bagus atau ini obat bagus,maka kita kesana lagi tetapi tidak ke dokter,” ujar Umar, suami Jumriah yang bekerja sebagai petani.

Ketika dikunjungi di rumah sakit, Jumriah hanya memakai kain sarung sebab benjolan didadanya semakin besar, belum lagi badan yang semakin kurus dan suaranya pun semakin kecil saat diajak berbicara.

Umar mengungkapkan, kondisi istrinya yang sakit parah itu, berdampak pada pekerjaannya karena harus selalu mendampingi dan membawanya berobat.

Menurut tim dokter sebelum Jumriah dirujuk ke Makassar, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaaan menyeluruh dengan melakukan USG menyeluruh agar dapat memprediksi sejauh mana penyebaran jenis kankernya.

Sejauh ini, bantuan buka hanya datang dari TDA Palu namun juga bersama Lions Club akan menyerahkan sejumlah donasi. ABS

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish