Kadis Imbau Sekolah Maksimalkan Guru Mengajar

  • Whatsapp
Kadisdikbud

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Selama masa pandemi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng mengimbau kepada seluruh sekolah untuk bisa memaksimalkan para guru dalam memberikan pembelajaran baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Sebelumnya sejumlah sekolah mengeluhkan banyaknya guru yang kurang maksimal dalam memberikan pembelajaran kepada para siswa selama masa pandemi. Sementara pihak sekolah juga tidak berani memberikan tekanan yang berlebihan, karena tidak ada aturan dari pemerintah tentang penekanan kepada guru, yang kurang maksimal memberikan pengajaran kepada siswa selama masa pandemi.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Polsek Batui- Imbau Warga Menjaga Kamtibmas

Kepala Disdikbud Sulteng, Irwan Lahace mengatakan guru merupakan tanggung jawab sekolah masing-masing, maka sekolah wajib mengontrol sepenuhnya kinerja para gurunya, sehingga tidak ada kasus guru yang memanfaatkan situasi dan kurang optimal mengajar.

“Hingga saat ini, kami memang belum mendapatkan laporan jumlah guru yang kurang maksimal dalam memberikan pembelajaran selama masa pandemi seperti ini. Jika ada laporan dari sekolah ataupun masyarakat, maka kami akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberikan teguran kepada sekolah masing-masing,” katanya, (25/2/2021).

Pihaknya menambahkan, sekolah juga mustinya lebih maksimal meninjau kinerja guru yang ada selama masa pembelajaran di masa pandemi. “Kami juga mengakui bahwa prinsip yang saya ikuti saat ini yaitu, jika kondisi kita tidak normal maka kita tidak boleh menyikapi masalah secara normal. Sebab itu akan berbenturan dengan kondisi yang ada saat ini. Sebab saat ini seluruh aktifitas di sekolah masih tidak normal karena kita semua dimasa Pandemi yang seluruh masyarakatnya terdampak,” terangnya.

Pilihan Redaksi :  Polsek Batui- Imbau Warga Menjaga Kamtibmas

Salah satu contoh yang paling nyata yaitu ketika hendak memberikan pembelajaran kepada para siswa secara daring. Sementara pada saat itu para siswa tidak memiliki dana untuk membeli paket data walaupun sudah memiliki Hp Android. UTM

Baca Juga