“Kami Harus ke Palu untuk Menjemput Bantuan”

0 16

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Ratusan warga di Desa Bobo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi saat ini masih memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Mereka belum berani mendiami rumah lantaran khawatir dengan kondisi rumah. Diketahui, Dolo Selatan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sigi yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) pada Jumat (28/9/2018) lalu. Tercatat empat korban jiwa akibat tertimpa material bangunan, dua di antaranya anak-anak. 

Fandi (27), warga setempat, mengaku sebagian besar rumah pada tiga dusun di desa tersebut rusak dihantam gempa. Sebagian di antaranya rusak berat. “Di tiga dusun, banyak dapur rumah warga ambruk,” katanya kepada Mercusuar, Rabu (10/10/2018).
Kondisi jalan yang telah beraspal juga bergelombang dan rusak. Jembatan di desa tersebut juga terancam putus akibat sisi jembatan yang ambles.
Menurutnya, pemerintah desa sudah melakukan pendataan terhadap korban. Fandi mengaku hampir dua pekan setelah gempa, pihaknya telah menerima tiga kali bantuan, berupa beras beberapa liter dan mi instan.
Dikarenakan terbatasnya bantuan tersebut sehingga banyak warga setempat yang berinisiatif ke Kota Palu untuk mencari beras dan sembako lainnya. Padahal, jarak dari Dolo Selatan dengan ibukota Sulteng hampir 50 kilometer.
“Kami harus ke Palu untuk menjemput bantuan,” tukasnya. Ia pun berharap bantuan logistik berupa beras, sabun, pembalut wanita, obat-obatan, susu, dan popok bayi juga bisa menjangkau desa-desa di Kabupaten Sigi. Beruntung, untuk air minum, warga di desanya masih bisa memasak dari air sungai. “Kalau bisa bantuan dari daerah lain juga bisa menjangkau daerah kami,” tambahnya. Sementara dalam jangka panjang, warga setempat membutuhkan bedah rumah atau hunian sementara yang aman dari gempa.
Ia juga menyampaikan jika listrik telah normal sejak Selasa (9/10/2018), demikian juga dengan jaringan telepon seluler. Sementara itu, sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani juga belum turun ke sawah.
Sebagai wujud kepedulian, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah ikut menyalurkan sedikit bantuan logistik kepada warga setempat. Bantuan tersebut disalurkan PWI dari berbagai kelompok peduli, antara lain dari masyarakat di Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan daerah di Sulawesi Selatan. “Kami mencoba melakukan sedikit apa yang dapat kami lakukan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa dan tsunami,” kata Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara. PWI juga memastikan agar bantuan yang didistribusikan dapat menjangkau korban gempa yang selama ini belum menerima bantuan. DAR

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish