Kantor Disdikbud Poso Tutup Sementara

  • Whatsapp
HLL

POSO, MERCUSUAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Poso mulai Senin (11/1/2021), tidak lagi membuka seluruh aktifitas dan pelayanan kantor. Hal ini menyusul sejumlah pegawai di dinas tersebut, diketahui terpapar Covid-19.

Penutupan aktifitas kantor Disdikbud Poso disampaikan Kepala Disdikbud Kabupaten Poso, Viktor Tumonggi secara resmi melalui suratnya, yang ditujukan ke Sekretaris Daerah Kabupaten Poso, pada akhir pekan kemarin.

Berita Terkait

Viktor Tumonggi yang dikonfirmasi, membenarkan jika sejumlah pegawainya diketahui terpapar Covid-19.

“Setelah ada hasil swab yang dilakukan terhadap pegawai kami beberapa hari kemarin, terdapat satu orang pegawai kami yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Jadi untuk memutus rantai penyebarannya, maka kegiatan pelayanan di Disdikbud Poso, kami tutup sementara,” ujar Viktor Tumonggi.

Pilihan Redaksi :  Disdikbud Sulteng Bebaskan Sekolah Gunakan Dana BOS

Dirinya juga menambahkan, jika Jumat pekan kemarin telah dilakukan uji swab terhadap delapan orang pegawainya dan hasilnya akan diketahui hari ini. Sehingga, pihaknya segera mengambil kebijakan untuk menutup kegiatan kantor.

“Setelah mengetahui ada yang positif terpapar Covid berdasarkan hasil swab, maka setelah dilakukan rapat dengan semua kepala bidang, hasil rapat tersebut mendesak agar kegiatan pelayanan administrasi di Disdikbud Poso akan ditutup mulai 11-18 Januari 2021. Hal ini untuk mengantisipasi dan memutus rantai Covid di lingkungan kantor kami,” tandas Viktor.

Dia juga mengakui jika sejak 4 Januari 2021, sesuai edaran Gubernur Sulteng, semua kegiatan belajar mengajar tatap muka, dari tingkat PAUD sampai SMP ditiadakan. Kecuali belajar secara daring tetap dilakukan.

Pilihan Redaksi :  Disdikbud Sulteng Bebaskan Sekolah Gunakan Dana BOS

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Poso, Yan Guluda mengatakan, apa yang dilakukan oleh Kepala Disdikbud Poso, merupakan tindakan yang benar. Apalagi berdasarkan hasil swab, ada yang terpapar atau positif Corona.

“Memang sesuai keputusan Pemda, jika ada pegawai di OPD yang positif Covid, maka kegiatan pelayanan di kantor tersebut harus ditutup selama 14 hari, sambil melakukan tracking. Sedangkan pegawai yang telah melakukan kontak langsung dengan pegawai yang positif tersebut, harus dilakukan swab tes. Tujuannya adalah untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan corona,” tandas Sekkab, Yan Guluda melalui Whatsapp.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Poso juga telah menutup pelayanan dua puskesmas di wilayah Poso Kota dan Poso Kota Selatan, akibat beberapa petugas kesehatannya telah merasakan gejala terpapar Covid -19. ULY

Baca Juga