Kanwil Kemenag, Kurban Lima Ekor Sapi

  • Whatsapp
MUH RAMLI

PALU, MERCUSUAR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng turut melaksanakan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H.

Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kanwil Kemenag Sulteng, H Muh Ramli menyebutkan total lima ekor sapi yang dikurbankan oleh Kanwil Kemenag Sulteng.

Pemotongan kelima ekor sapi tersebut, kata Ramli, dilaksanakan di beberapa tempat terpisah. Tiga ekor di antaranya dilaksanakan di halaman Kanwil Kemenag Sulteng pada hari terakhir hari Tasyrik, yakni Senin (3/8/2020). Sementara sisanya diserahkan ke panti asuhan dan panitia kurban di Masjid Agung Palu.

“Totalnya ada lima ekor sapi. Tiga ekor disembelih di Kanwil Kemenag, satu ekor diserahkan ke panti asuhan dan satu ekor lainnya di Masjid Agung,” ujarnya.

Pilihan Redaksi :  Penuntasan Kasus Radikalisme - Kapolda Minta Dukungan Tokoh Agama

Lanjut Ramli, kelima ekor sapi yang dikurbankan tersebut dikumpul dari seluruh bidang di Kanwil Kemenag Sulteng. Seluruh daging kurban yang disembelih dibagikan kepada para pegawai, utamanya para tenaga honorer.

“Dibagikan ke seluruh pegawai, terutama yang honorer,” imbuhnya.

KURBAN KEMENAG SIGI DAN PALU

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Sigi, Dr H Mun’im Godal menambahkan pada Idul Adha 1441 Hijriah Kantor Kemenag Sigi melaksanakan pemotongan kurban satu ekor sapi. Pelaksanaan pemotongan dilakukan pada hari Tasyrik terakhir, yakni Senin (3/8/2020).

“Alhamdulillah tahun ini kami berkurban seekor sapi, dilaksanakan di hari ini (Senin, 3/8/2020),” ucap Mun’im saat dihubungi, Senin (3/8/2020).

Sementara itu, pemotongan hewan kurban tidak dilaksanakan secara khusus di Kantor Kemenag Kota Palu.

Pilihan Redaksi :  Pemkab Dukung Program IPIM Sigi

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Palu, H Muh Isnaeni menyebutkan untuk tahun ini kurban Kemenag Kota Palu hanya dilaksanakan di Madrasah-madrasah yang ada di Kota Palu.

“Secara khusus di kantor tidak ada pemotongan, hanya dilaksanakan di Madrasah-madrasah saja,” kata Isnaeni. IEA

Baca Juga