Karyawan Swiss-Belhotel Wajib Rapid Test, Covid-19 Menjadi Bom Waktu

  • Whatsapp
IMG_20200803_113506

PALU, MERCUSUAR – Semua karyawan Swiss-Belhotel sebanyak 33 orang wajib mengikuti rapid test. Bukan itu saja, tetapi sekaligus test Human Immunodeficiebcy Virus (HIV), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).  Jumlah yang mengikuti rapid test membengkak menjadi 107 orang karena keluarga besarnya karyawan juga ikut serta.

“Ini rapid test yang kedua kalinya bagi karyawan Swiss-Belhotel. Kami lakukan untuk mengukur imunitas karyawan yang sering berinteraksi langsung dengan para tamu terutama dari luar daerah. Jangan pernah kita lalai,” kata General Manager Swiss-Belhotel, L Wisnu Aditya kepada wartawan di hotelnya, Senin (3/8).

Wisnu yang baru sebulan di Palu menjelaskan, pihaknya melakukan rapid test bekerja sama dengan Prodia. Ia menilai kegiatan ini sangat penting. Setiap karyawan hotel paling sering berinteraksi dengan para tamu. Apa lagi tamu dari luar kota. Makanya, setiap karyawan selain perlu menjaga diri, juga penting untuk melakukan rapid test.

“Kami akan melakukan ini secara rutin. Bukan hanya rapid test, tetapi juga melakukan test HIV dan SARS,” katanya.

Pilihan Redaksi :  CMSE Meningkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal

Menurut Wisnu, setiap tamu yang datang untuk menginap diberlakukan protokol kesehatan. Tamu dari luar kota dimintai surat keterangan sehat dan lainnya. Kemudian diperiksa suhu badan. “Kalau suhu badan tinggi kami tidak terima,” katanya.

Dijelaskan, sejak pandemi Covid-19 Maret hotel ini tutup. Nanti bulan juli baru buka kembali dan okupansi hotel hanya 25 persen dari 115 jumlah kamar. “Hari ini hanya empat kamar yang terisi,” katanya.

Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali ini mengatakan, protokol kesehatan di tempatnya sangat ketat diberlakukan. Hampir setiap saat dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di sekitar hotel. Demikian pula dengan kamar-kamar hotel yang ditinggalkan tamu dilakukan penyemprotan.

“Kalau ada tamu yang datang ingin makan di sini, misalnya. Lalu dia tidak pakai masker, kami kasih masker agar dipakai setelah makan,” katanya.

Sebelum pandemi Covid-19, hotel ini mempekerjakan 120 karyawan. Kini tinggal 33 karyawan yang masih aktif bekerja. Namun, bila kondisi kembali normal seperti sebelumnya, mereka yang dirumahkan akan dipanggil kembali bekerja.

Pilihan Redaksi :  OJK-FK IJK Bantu Siswa Fasilitas Belajar Online

Jangan Lalai

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu dr. Husaema menyatakan Covid-19 dapat menjadi bom waktu dengan ledakan besar-besaran pasien positif di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) itu di kemudian hari jika warga abai terhadap protokol kesehatan.

“Walaupun saat ini Kota Palu telah nol kasus Covid-19, namun bisa saja meledak jika warga lalai dan mengabaikan protokol kesehatan penanganan dan pencegahan virus corona ini,” katanya kepada ANTARA di Palu, Senin.

Sebab menurutnya, warga mesti waspada terhadap keberadaan orang yang terpapar Covid-19 namun tidak memiliki gejala seperti pasien Covid-19 pada umumnya dan tidak terdeteksi.

Husaema yakin jika seluruh pihak patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), nol kasus Covid-19 di Palu dapat terus bertahan hingga vaksin untuk menangani virus tersebut ditemukan dan diedarkan.

“Hingga saat ini Pemerintah Kota Palu melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Palu masih menerapkan pembatasan dan penjagaan di pintu masuk Kota Palu bagi warga luar Palu terutama dari luar wilayah Provinsi Sulteng yang dinyatakan sebagai zona merah penularan dan penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Petugas kesehatan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP maupun perawat yang berjaga di pos-pos pintu masuk Palu masih melakukan pengecekan pemeriksaan kesehatan bagi warga luar Palu yang ingin masuk kota ini.
“Kalau dari wilayah khususnya yang merupakan zona merah Covid-19, harus memperlihatkan hasil rapid test non reaktif Covid-19. Jika tidak ada mohon maaf silahkan kembali dan jangan masuk ke Palu,” ujarnya.

Pilihan Redaksi :  Perpustakaan Sulteng Terapkan Prokes Covid-19

Hingg saat ini kasus Covid-19 di Palu masih berada di angka nol. Palu dinyatakan nol kasus Covid-19 setelah Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming menyebut satu pasien Covid-19 di Palu dinyatakan sembuh, Sabtu (1/8).
“Satu pasien Covid-19 di Kota Palu yang sebelumnya dirawat di RSUD Undata dinyatakan sembuh hari ini sehingga total pasien Covid-19 di Sulteng yang sembuh bertambah menjadi 189 orang,” katanya.MAN/ANT

Baca Juga