Kejari Donggala Didesak Segera Usut

  • Whatsapp
Anwar Hakim

DONGGALA, MERCUSUAR – Garda Tipikor Sulteng mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini Kejari Donggala segera menindaklanjuti dugaan korupsi pada proyek normalisasi dan pengaman tebing Sungai Maleni, Kecamatan Banawa, Kabpaten Donggala. Demikian juga dengan dugaan korupsi pembangunan dua unit bak air di Boneoge, Kecamatan Banawa.

Sebab penundaan pengusutan kedua kasus dugaan korupsi itu untuk menyukseskan Pemilu, tudak dapat dijadikan alas an.

Demikian ditegaskan oleh Divisi Investigasi LSM Garda Tipikor Sulteng, Anwar Hakim, Minggu (7/4/2019).

Diketahui, proyek normalisasi dan pengaman tebing Sungai Maleni, Kecamatan Banawa dikerjakan oleh PT Karya Bintang Internasional dengan alokasi anggaran APBD Donggala 2018 sekira Rp2,5 miliar. Sementara pembangunan dua unit bak air di Boneoge, Kecamatan Banawa, dikerjakan oleh CV Retro Perkasa dengan alokasi anggaran Rp380 juta.

Kedua proyek tersebut melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Donggala. 

“Tidak ada alasan (belum mengusut). Kejaksaan untuk tetap menangani kasus dugaan korupsi di Donggala. Contohnya KPK saja tetap menangkap siapa saja yang terlibat (dugaan korupsi),” kata, Anwar Hakim.

Pilihan Redaksi :  Jangan Daftar Haji Melalui Calo

“Jika ada pihak Kejaksaan Donggala yang belum mau menangani kasus korupsi, berati hanya alasan pribadi saja. Ngakunya nunggu abis Pemilu, tidak ada didalam aturan,” sambungnya menegaskan.

Lehnya, ia mendesak agar Kejari Donggala segera memanggil pihak terkait dengan pekerjaan yang diduga bermasalah, diantaranya Normalisasi dan Pengamanan Tebing Sungai Maleni dan pembangunan bak air di Boneoge, Kecamatan Banawa.

“Kejaksaan harus memanggil pejabat terkait dan rekanan,” tutup Anwar.

BUNGKAM

Anggota DPRD Donggala Fraksi Hanura, Haris Lagimpe diminta tanggapan terkait kedua persoalan yang ada di daerah pemilihannya tersebut, tidak memberikan komentar.

BELUM ADA PEMERIKSAAN

Kepala Kejari (Kajari) Donggala, Yuyun Wahyudi dihubungi via WhatsApp mengatakan sampai saat ini belum ada pemeriksaan baik terhadap pejabat PUPR Donggala maupun rekanan kedua proyek yang diduga bermasalah itu.

“Tidak ada pemeriksaan,” tulis Kajari. TUR

Pilihan Redaksi :  Bupati Donggala Lantik Dua Kadis

 

SIGI, MERCUSUAR – Kepala Desa Sibalaya Utara, Ibrahim Palewa melantik  pengurus Karang Taruna Desa Sibalaya Utara masa bakti 2019-2022 di aula Pertemuan Desa Sibalaya Utara, Sabtu (6/4/2019).

Kegiatan itu dirangkaikan talk show bertema ‘Mencegah Bahaya Penyalagunaan Narkoba di Era Millenial dan Peran Millenial Untuk Masa yang Akan Datang’.

Kepala Desa Sibalaya Utara, Ibrahim Palewa mengatakan pemuda adalah penggerak yang hebat dalam lingkungan masyarakat.

“Selamat kepada adik-adik pemuda yang baru dilantik. Kedepan, pemudalah yang harus mengemudikan motor penggerak dan untuk membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat. Pemuda karang taruna harus terus bekerjasama dalam melakukan hal-hal yang positif dan berguna orang banyak,” ujar Ibrahim.

Ketua Karang Taruna Sibalaya Utara terpilih, Muhammad Imran menyampaikan bahwa  pemuda karang taruna adalah pemuda yang hebat.

“Saya sangat bangga berada di sini bersama pemuda Sibalaya Utara. Saya yakin pemuda Sibalaya adalah pemuda yang mampu berdaya saing dalam berbagai bidang. Saya juga yakin pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan,” ucapnya.

Pilihan Redaksi :  Raperda APBD Sigi 2021 Disetujui

TALK SHOW

Sementara itu, pada talk show yang membahas mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba menampilkan pemateri Ni Gusti Ayu mewakili Kepala BNN Provinsi Sulteng dan Rizaldy Alif Syahrial, selaku Ketua Umum IPPMASI.

Rizaldy Alif Syahrial yang memaparkan materi mengenai Peran Millennial Untuk Masa yang Akan Datang, menyampaikan garis besar pemuda dan peradaban. Menurutnya, Indonesia akan menjadi kekuatan besar di dunia, jika memaksimalkan segala sumber daya yang ada pada Indonesia.

“Pemuda adalah instrumen penting dalam setiap perubahan besar yang terjadi dalam sejarah dunia. Pemuda menjadi pengerak dengan berbagai ide dan gagasan yang melekat pada dirinya. Dengan bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia, saya berpandangan ini menjadi modal besar kita untuk menjadi salah satu pemimpin dari peradaban dunia,” tutupnya. JEF

Baca Juga