Kemenag Serukan Jaga Kerukunan Beragama

  • Whatsapp
RUSMAN LANGKE 2
FOTO: Rusman Langke

PALU, MERCUSUAR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng menyerukan untuk menjaga kerukunan bagi setiap umat beragama, dengan saling menerima, menghormati keyakinan masing-masing, tolong menolong, kerjasama dalam mencapai tujuan Bersama.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil (kakannwil) Kemenag Sulteng, Rusman Langke dalam sambutannya saat Dialog Lintas Agama di Palu, Rabu (16/12/2020).

Berita Terkait

Menurutnya, dalam konteks ke-Indonesiaan, kerukunan umat beragama berarti kebersamaan antar umat beragama dengan pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pilihan Redaksi :  Pasien Asal Palu Meninggal

Kakanwil juga menyerukan moderasi beragama sebagai karakter umat beragama. Moderasi beragama adalah meyakini secara absolut ajaran agama yang diyakini, serta juga memberikan ruang terhadap agama yang diyakini orang lain.

“Karena itu Kemenag sangat serius dan melangkah untuk mengimplementasikan pengarusutamaan moderasi beragama khususnya di Sulteng dan membangun branding bahwa kita adalah bangsa yang moderat,” ujarnya.

Kakanwil berharap agar tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh perempuan, para penyuluh agama, juga memiliki tanggung jawab bersama dalam membina kerukunan umat beragama. “Jadilah penggerak misi dari setiap agama untuk meredam potensi konflik dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya untuk membina kerukunan umat beragama,” harap Kakanwil.

Pilihan Redaksi :  Larang Dirikan Bangunan di Palu, Menko Luhut Bakal Digugat Secara Hukum

“Masintuvu kita maroso Bersama kita kuat, morambanga kita marisi, Bersama kita kokoh,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Kakanwil mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI, Nifasri, serta telah menempatkan Kota Palu sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan dialog lintas agama yang ke tiga kalinya di tahun 2020, setelah Papua Barat dan Aceh. AGK/*

Baca Juga