Komisi A Minta Satgas Covid-19 Rutin Periksa Cafe dan Resto

  • Whatsapp
NENG

PALU, MERCUSUAR – Masa adaptasi fase kenormalan baru pandemi Covid-19, khususnya sejak September hingga awal November 2020 ini, terus memberi lonjakan kasus positif Covid-19 yang signifikan. Ketua Komisi A DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona berharap, lonjakan ini bisa ditekan, dengan memaksimalkan upaya penanganan para pasien dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif.

Neng, sapaan akrabnya menjelaskan, yang harus diantisipasi adalah kerumunan warga Kota Palu yang mengunjungi berbagai lokasi jasa, seperti rumah makan, restoran, kafe, warkop, dan tempat lainnya termasuk ruang pelayanan jasa. Ruang-ruang ini menjadi tempat bagi warga Kota Palu yang ingin berinteraksi secara sosial, mencari tempat makan dan melaksanakan aktifitas publik yang menjadi aktifitas rutin keseharian.

Pilihan Redaksi :  Legislator Minta Perda Penertiban Hewan Ternak Ditegakkan

Berita Terkait

“Maka, hal yang perlu menjadi tugas utama dari Satgas Covid-19, adalah mengecek dan mengintruksikan semua tempat layanan jasa dan pelayanan public, untuk menerapkan tempat wajib masker dan membangun jarak antar orang, dengan memasang penanda tempat duduk dalam bentuk silang, agar tidak boleh diduduki, serta tempat antrian kasir harus ada standing position, dengan jarak 1,5 meter per orang,” jelasnya.

 Lanjutnya, hal ini harus menjadi kewajiban bagi semua pelaku jasa ekonomi dan tempat layanan publik di Kota Palu. Karena, berdasarkan pengamatannya di berbagai tempat, hampir semua belum menerapkan protokoler kesehatan, utamanya membangun jarak tempat duduk dan tempat antrian kasir, baik itu di warkop, restoran, kafe dan warung makan.

Pilihan Redaksi :  Hadianto Sebut Kedepankan Nilai Kearifan Lokal

Bahkan lanjutnya, ada di beberapa tempat orang duduk saling berdekatan, tanpa ada peringatan dari pemilik usaha.

“Menurut saya, tanpa ada operasi yustisi pun, jika semua pelaku jasa ekonomi patuh dengan hal ini, kekhawatiran kita terhadap sebaran pandemi Covid-19, bisa ditekan sedemikian rupa. Karena kita tidak mendeteksi siapa saja orang yang datang  dan memastikan mereka tidak terkonfirmasi positif Covid-19 sebagai OTG,” jelasnya lagi.

Sebaik mungkin dan sedisiplin mungkin para pelaku jasa ekonomi dan tempat layanan publik dalam melaksanakan protokoler kesehatan, akan membantu tugas Pemkot Palu dan menyelamatkan hidup banyak orang, utamanya bagi mereka yang beresiko tinggi atas pandemi Covid-19. Proses perputaran ekonomi di Kota Palu kata dia, juga bisa semakin membaik di masa resesi ekonomi Indonesia, yang diharapkan tidak mengalami depresi ekonomi.

Pilihan Redaksi :  Anak Di Bawah Umur Terlibat Curanmor

“Semoga kondisi perekonomian Indonesia terus membaik dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” tutupnya. RES

Baca Juga