Konstituen Milenial Mulai Khawatirkan Pilkada Dimasa Pandemi

  • Whatsapp
Nurfajrah Safira
FOTO : Nurfajrah Safira

PALU, MERCUSUAR – Pilkada ditengah pandemi tentu saja menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Salah satunya hadir dalam kalangan mahasiswa terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang.

Nurfajrah Safira salah seorang Mahasiswa kota Palu, mengatakan disatu sisi kita sedang di khawatirkan dengan kasus harian infeksi covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, tak terkecuali di Sulawesi Tengah (Sulteng). Disisi lain, sebagai negara demokrasi, kita harus menjaga keberlanjutan sistem pemerintahan sesuai dengan ideologi dan konstitusi yang dianut oleh negara kita.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Rescue NasDem Sulteng Buka Layanan Kesehatan

Sesuai dengan pernyataan pemerintah bahwa pilkada tetap akan dilaksanakan kata dia, maka pihak penyelenggara harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan konsisten selama proses kampanye dan pemilihan berlangsung. Selain itu, memberikan sanksi pada pelanggar tanpa pandang bulu, untuk memberikan efek jera.

Tidak hanya itu, penyelenggara juga harus gencar menyosialisasi kampanye sehat, kampanye yang ramah anak, agar masyarakat bisa merasakan betapa baiknya penerapan demokrasi di Indonesia.

”Peran mahasiswa dalam pilkada sangatlah penting, sebab mahasiswa adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang digadang-gadang sebagai penyambung lidah masyarakat, olehnya suaranya menjadi sangat penting untuk disuarakan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada pasangan calon (paslon) yang terpilih agar lebih jeli, lebih saksama dalam melakukan program kerja khususnya dibidang pendidikan. Seperti, memberikan sarana dan prasarana yang memadai di sekolah-sekolah, menyediakan tenaga pendidik atau guru di sekolah terpencil yang masih kekurangan tenaga pengajar, bekerjasama dengan yayasan atau NGO yang memfokuskan kinerjanya dalam dunia pendidikan, menyediakan ruang aspirasi dan kreativitas yang memadai

Pilihan Redaksi :  Selisih Hasil Pilkada di Bawah 3 Persen, Morowali Utara Masuk Daerah Rawan Konflik

“Baiknya kepada masyarakat yang bertindak sebagai pemilih, agar memilih dengan benar dan baik paslon yang akan dijadikan sebagai pemimpin untuk periode yang akan datang. Jadilah pemilih yang bijak, yang bersih, yang memilih karena tidak ingin terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme,”tegasnya.ALDA-JW RESPECT/RES

Baca Juga