Korban Semburan Debu Panas di IMIP Meninggal

0 12

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

MOROWALI, MERCUSUAR – Korban kecelakaan kerja akibat tersembur debu panas DI dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) meninggal dunia di RSUD Morowali, Minggu (24/11/2019).

Korban bernama Rian Sucipto merupakan warga asal Desa Uedago, Kecamatan Bungku Barat ITU bekerja sebagai crew mekanik tungku di PT RNC (IMIP Group).

Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Kabupaten Morowali,  Mohammad Rizal mengatakan bahwa korban (Rian Sucipto) adalah orang ketiga yang mengalami insiden tersembur debu panas yang terletak di tungku I feronickel PT IRNC. 

Hal itu, katanya, disebabkan kurangnya penerapan SOP dan K3.

Olehnya, ia sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali yang sejak lama tidak melakukan tindakan tegas atas kurangnya penerapan SOP dan K3 pada seluruh perusahaan/kawasan industri yang ada di Morowali.

Menurut Rizal, tingginya angka kecelakaan kerja dalam kawasan industri PT IMIP telah lama disuarakan oleh serikat pekerja yang berada di kawasan itu.

“Serikat pekerja meminta pemerintah untuk segera membentuk PANSUS K3 serta melakukan inspeksi lapangan terhadap kawasan industri PT IMIP Group, namun sampai detik ini belum ada tindakan,” ungkap Rizal.

Koordinator Humas dan Publikasi Media Massa PT IMIP, Dedy Kurniawan yang dikonfirmasi terkait hal itu menjelaskan bahwa hingga saat ini tim safety perusahaan masih melakukan investigasi terkait penyebab kejadian itu.

Dalam proses investigasi itu, tim safety fokus pada dua hal yakni apakah kecelakaan disebabkan ‘human error’ atau mekanis. 

Terkait sistem K3, kata Dedy, secara reguler perusahaan memberikan pelatihan K3 pada para karyawan yang bekerja di kawasan PT IMIP. Selain itu, juga menerapkan standar ketat dalam pengoperasian mesin mesin pabrik. “Tak ada satu pun perusahaan yang mengharapkan terjadinya musibah ini, namun walau sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah tapi musibah itu tetap terjadi. Kami hanya bisa menyayangkan hal itu, yang jelas perusahaan bertanggung jawab  kepada korban atas musibah ini,” katanya.

Mengenai korban, sambung Dedy, perusahaan bertanggung jawab dan tidak lepas tangan. Selain membantu menyelesaikan urusan administratif, perusahaan juga membantu sejumlah hal penting lainnya kepada korban. BBG

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish