KPM Kulawi dan Kulawi Selatan Terima Bantuan PKH Adaptif

  • Whatsapp
HLL - Copy

SIGI, MERCUSUAR – Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta, didampingi Kepala Dinas Sosial Sigi, Sitti Ulfah,  menyerahkan secara simbolis bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Adaptif, kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Kecamatan Kulawi dan Kecamatan Kulawi Selatan, Selasa (2/6/2020).

Kepala BNI Cabang Sigi, Cici Vamelia, dalam penyampaiannya mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Kulawi ada 373 KPM dan wilayah Kulawi Selatan ada 53 KPM yang akan menerima bantuan PKH adaptif, yang disalurkan melalui BNI. Adapun mekanisme pencairan bantuan ini, akan dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang nilainya berbeda untuk setiap penerima manfaat, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh Kementerian Sosial. Pencairan dapat dilakukan di agen-agen BNI terdekat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta, juga memantau posko penanganan Covid-19, penyaluran BLT dana desa di Desa Boladangko, Kulawi, serta menyerahkan bantuan beras tahap dua, dalam rangka penanganan Covid-19 di wilayah Kecamatan Kulawi Selatan.

Bupati berharap agar setiap bantuan yang diberikan, memberikan manfaat bagi masyarakat, dalam rangka upaya pemulihan pascabencana, maupun dalam menghadapi kondisi pandemi saat ini.

Terkait dengan penyaluran bantuan-bantuan yang diberikan, bupati menegaskan, dalam penyaluran bantuan-bantuan, khususnya terkait dengan dana stimulan, pemerintah dan pihak teknis terkait tidak melakukan pungutan sepeser pun dalam proses penyalurannya.

“Jika ada oknum yang melakukan pungutan atau masalah lainnya yang terjadi, terkait dengan proses penyaluran bantuan, masyarakat dapat langsung menyampaikan kepada pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun di tingkat kabupaten. Aduan ini juga harus segera ditindaklanjuti oleh pejabat atau instansi teknis terkait,” jelas bupati.

Hal ini juga berkaitan dengan rencana pemerintah menerapkan ‘new normal’ bagi wilayah yang memenuhi syarat pemberlakuan, sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah. Dengan diberlakukannya ‘new normal’ nanti, pihaknya berharap, masyarakat akan kembali beraktivitas normal, dengan tetap menerapkan protokol penanganan Covid-19, serta didukung dengan hidup sehat dan bersih. AJI

Baca Juga