Kunjungi Pantai Pasir Putih Kodang, Ma’mun Amir: Pariwisata Bawah Dampak Perubahan Ekonomi Masyarakat

  • Whatsapp
Mamun Amir
PARIWISATA - Dalam safari politiknya di Kecamatan Bualemo, Desa Toiba, calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 2 Ma'mun Amir sempat blusukan melihat potensi wisata yaitu pantai pasir putih Kodang, yang posisinya disebrang teluk Kolomboy.FOTO :IST

BANGGAI, MERCUSUAR – Calon Wakil Gubernur nomor urut  2 Ma’mun Amir mengatakan pengembangan wisata kedepan harus di dorong untuk berkembang. Ketika dirinya bersama Rusdy Mastura dapat amanah, peningkatan pariwisata menjadi sorotan untuk dikembangkan karena dengan adanya pariwisata ekonomi masyarakat dapat bangkit.

Dalam safari politiknya di Kecamatan Bualemo, Desa Toiba. Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 2 Ma’mun Amir sempat blusukan tengok potensi wisata yaitu pantai pasir putih Kodang, yang posisinya disebrang teluk colomboy.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Diduga Lakukan Pelanggaran, Paslon Amir-Furqanuddin Dilapor ke Bawaslu Sulteng

“Saya lihat pantai ini dan pulau yang ada disebrang sana potensial jika dikembangkan dan dirawat oleh masyarakat, ini bisa menjadi daya tarik pariwisata lokal dan wisatawan dalam negeri untuk datang,” tandas Ma’mun Amir

Menurut Ma’mun Amir kedepan perlu perhatian pemerintah baik ditingkat kabupaten, ataupun provinsi untuk saling bersinergi mengembangkan potensi-potensi pariwisata yang memang bisa dikembangkan menarik wisatawan dan investor untuk datang.

“Dengan berkembangnya pariwisata disuatu daerah, ini bisa menjadi angin segar berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Usaha kecil rumah makan atau penginapan bisa hidup, karena datangnya wisatawan,” jelas Ma’mun

Dalam program unggulannya Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir disektor wisata, Paslon nomor urut 2 ini akan kembangkan wisata berbasis kearifan lokal, pengembangan wisata meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE).

Pilihan Redaksi :  Pilkada Palu, Survei MSI: 49 Persen Warga Palu Tak Ingin Lagi Incumbent

“Saya juga ingin masyarakat nyaman, untuk itu ada program Sulteng Nyaman. Kedepan kita harus merevitalisasi lahan bekas tambang agar bisa menjadi rekreasi ramah lingkungan hidup,” tandas Mamun

Menurutnya hutan-hutan non produktif juga bisa direvitalisasi untuk tujuan pendidikan, dan kesehatan. Sehingga memiliki nilai dan kebermanfaatan untuk masyarakat. Menurut masyarakat di desa Toiba ini juga memiliki potensi wisata mangrove.*/TIN

Baca Juga