Lurah dan Kades Garda Terdepan

  • Whatsapp
Hasanuddin Atjo

PALU, MERCUSUAR –Kepala Desa (Kades) dan Lurah dipandang sebagai garda terdepan dari upaya mewujudkan visi dan misi pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng, Dr Hasanuddin Atjo

Menurutnya, Kades dan Lurah bersama RT dan RW masing-masing merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Olehnya, pemerintahan di tingkat desa atau kelurahan harus diperkuat.

“Jangan harapkan terjadi penurunan kemiskinan, pengangguran ketimpangan ekonomi kalau ini tidak dibenahi. Sebagai garda terdepan, RT, RW, Lurah atau Kepala Desanya harus kuat, karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat,” katanya di Palu, baru-baru ini.

Ia menuturkan, saat ini pemerintah sedang menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya pendapatan per kapita masyarakat yang rendah, kemiskinan, pengangguran, stunting, serta beberapa masalah sosial lainnya yang masih tinggi.

Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai menjadi salah satu tantangan terberat lainnya, untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas pada tahun 2045. Sebab saat ini sedang menghadapi era disrupsi, era revolusi industry 4.0 yang bahkan sudah masuk pada era society 5.0.

“Lurah, Kades, RW, RT dan perangkat lainnya akan berperan penting untuk itu, karena mereka lah yang berhadapan langsung dengan peluang dan tantangan itu. Sehingga harus menjadi program prioritas dan dipersiapkan. Mulai dari kriteria, cara rekrutmen sampai kepada standar pendapatan. Kalau ini bisa dipersiapkan, maka jabatan RT dan RW pun akan bergensi dan diperebutkan,” jelasnya.

Hasanuddin menuturkan, Jepang dan Korea Selatan adalah negara yang dapat dijadikan contoh pada penerapan sistem digital dalam penyelenggaraan pemerintahan, hingga ditingkat paling terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Hal itu, katanya, membuat kedua negara tersebut menjadi maju dan bertumbuh pesat.

“Termasuk pengembangan industri pangan mereka sudah berbasis digital, yang dinamakan ‘Smart Farming’. Konsep seperti inilah menjadi salah satu contoh pengembangan industri pangan, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. IEA

 

Baca Juga