MAN IC Palu Latih Siswa Membuat KTI

0 41

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

MAMBORO, MERCUSUAR – MAN Insan Cendekia (IC) Kota Palu, Kelurahan Mamboro melatih para siswanya membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) melalui seminar yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XII. Kegiatan itu sebagai syarat utama para siswa untuk bisa mengikuti ujian nasional, Sabtu (30/11/2019).

Selain memberikan pembekalan penulisan KTI mereka juga memberikan wawasan siswa dalam mengembangkan konsep dasar peminatannya dalam kerangka Riset dan membuat Karya Tulis Ilmiah. Kemudian menjadi dasar Lulusan agar mampu menjadi Calon Mahasiswa yang Tangguh dan unggul kedepannya.

Kepala MAN IC Palu, Soim Anwar mengatakan seminar ini sangat baik untuk bekal para siswa dalam membuat karya tulis. Seperti diketahui bahwa karya tulis sangat penting untuk para siswa ketika masuk di perguruan tinggi.

“Makanya seluruh siswa diwajibkan untuk bisa membuat karya tulis sebelum mereka lulus. Makanya ini menjadi syarat utama bagi para siswa sebelum mengikuti UN. Program ini memang tidak semua yang terapkan tetapi karena adanya kebutuhan para siswa maka kami buat program yang lain dari madrasah pada umumnya,” katanya, Sabtu (30/11/2020).

Menariknya pada seminar tersebut yang menjadi pelatih juga merupakan para siswa yang sudah banyak meraih berbagai prestasi dibidang karya tulis ilmiah remaja di tingkat provinsi maupun nasional. Sehingga proses pelatihan bisa berjalan dengan baik karena ada rasa kedekatan khusus baik dari pelatih maupun para peserta. Mereka tidak ragu untuk menanyakan maupun memberikan pelatihan kepada para teman-temannya.

“Sebenarnya KTI ini sangat penting untuk pengetahuan para siswa karena bisa membuat berbagai karya terbaru yang memang belum ditemukan oleh siapapun. Banyak contoh karya tulis yang dibuat para siswa dalam mengembangkan pengetahuan dibidang karya tulis ilmiah. Mulai dari seni, sejarah, teknologi hingga lain-lainnya bisa mereka baut asalkan mereka sudah mengetahui cara pembuatannya,” terangnya.

Pembengan KTI memang masih jarang dilaksanakan oleh sekolah maupun madrasah pada umumnya karena prosesnya sangat sulit. Sebab mereka harus bisa menemukan karya yang belum ditemukan oleh orang lain. UTM

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Komentar
Loading...