Mayoritas Anggota Komisi X Minta POP Kemendikbud Harus Ditunda

  • Whatsapp
IMG-20200727-WA0033

PALU, MERCUSUAR – Setelah Muhammadiyah, NU dan yang terbaru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), menyatakan menarik diri dari Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud), mayoritas anggota di Komisi X DPR-RI yang membidangi pendidikan, meminta agar program tersebut ditunda dulu, untuk dilakukan evaluasi kembali.

Penegasan ini, disampaikan anggota Komisi X yang juga anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR-RI, Hj Sakinah Aljufri, saat temu konstituen sekaligus reses di Kota Palu, Sabtu (25/07/2020) malam.

“Baru beberapa hari lalu, kita minta untuk rapat darurat, mesti dilakukan dengan virtual. Tapi oleh Sekjen sampaikan, saat ini belum bisa karena masih dalam reses. Tetapi dinamikanya saat ini, mayoritas anggota Komisi X minta agar program ini ditunda dulu, sambil dilakukan evaluasi,”tegas Hj Sakinah.

Persoalan soal POP ini mengemuka saat reses Hj Sakinah, setelah Munawarah, salah satu warga yang hadir dalam temu konstituen tersebut, mempertanyakan sikap komisi X DPR RI terkait POP, yang saat ini mendapat penolakan dari beberapa elemen masyarakat. Muhammadiyah dan NU dan yang terbaru PGRI, telah menyatakan menarik diri dan tidak ikut terlibat dalam POP tersebut.

Soal keterlibatan dua lembaga yakni Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation, di Organisasi Penggerak untuk kategori gajah, menurut Hj Sakinah, hal itu tidak pernah dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dari Komisi X yang membidangi pendidikan. Walaupun katanya, dalam hal seleksi dan rekrutmen organisasi yang diajak terlibat dalam program POP tersebut, secara teknis berada di Kementerian Pendidikan, namun DPR-RI, khususnya Komisi X harus dilibatkan, sebagai mitra kerja Kemendikbud.

Menurut Hj Sakinah, setelah masa reses selesai, komisinya akan langsung melakukan rapat dengan pihak Kemendikbud, agendanya mengevaluasi kembali program POP.

“Termasuk yang akan disampaikan dan dipertanyakan, soal keterlibatan Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation, di Organisasi Penggerak untuk kategori gajah,”tutup Hj Sakinah.(**)

Baca Juga