Melibatkan Oknum di RSU Mokopido

KASUS ABORSI

0 14

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tolitoli, Mercusuar – Satuan Reskrim Polres Tolitoli berhasil mengungkap dan menindaklanjuti kasus dugaan aborsi dengan korban berinisial AN alias Ani. Pengembangan kasus tersebut menyeret oknum karyawan Rumah Sakit Umum (RSU) Mokopido yang juga masih berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tolitoli itu sebagai tersangka, yakni FFET alias Okong.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskim, Felix A Saudale SH dihadapan sejumlah wartawan saat jumpa pers di Mapolres Tolitoli.

Dijelaskan Kasat, kronologis kasus itu berawal pada Jumat 04 Oktober 2019 sekira pukul 13.00 Wita seorang perempuan AN alias Ani mengetahui bahwa ia hamil. Olehnya, ia tersangka memberitahu kondisi dirinya.

Pada kesesokan harinya sekira pukul 15.00 Wita, tersangka mengajak An bertemu di Penginapan Vinesia, lalu tersangka dan An berusaha menggugurkan janin (aborsi) yang dikandung An, dengan cara tersangka meminumkan obat pada An.

Selanjutnya tersangka menyuntik korban pada bagian paha, serta memasukkan obat ke kemaluan korban.

Kemudian tersangka membawa korban menemui tukang urut untuk memeriksa keadaan perutnya. Setelah diperiksa dengan cara diurut oleh perempuan War, lalu tersangka disuruh membeli bir hitam, obat penambah darah dan obat penahan darah.

“Akhirnya korban mengalami pendarahan akibat, keguguran,” tutur Kasat.

Setelah sekira sebulan menghilang dari Tolitoli, JFET akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polres Tolitoli pada Kamis (21/11). Setelah dilakukan pemeriksaan dan dilanjutkan gelar perkara, JFET ditetapkan tersangka dan ditahan di rutan Polres Tolitoli.

Tersangka dipersangkakan Pasal 77 A ayat (1) UU Nomor: 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor: 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Sejauh ini, kata Kasat, pihaknya telah memeriksa tujuh saksi yang diduga mengetahui peristiwa pidana tersebut.

Kasat juga menegaskan terus mengembangkan kasus tersebut. Bahkan dalam pengembangannya, salah satu pemilik Apotik M yang diduga tempat tersangka membeli obat untuk menggugurkan janin korban.

Hasil penyidikan, tersangka melakukan pemaksaan dengan kekerasan pada korban An agar menggugurkan kandungannya. Selain itu, juga terungkap tersangka sebelumnya juga pernah tersandung kasus yang sama, meski statusnya dalam kasus aborsi yang melibatkan WLN hanya sebagai saksi.

BANTAH

Pimpinan Apotik M, Eric TC yang dikonfirmasi media ini di apotiknya membantah jika FFET membeli obat I yang digunakan aborsi terhadap korban.

“Saya tidak lagi menjual lagi obat jenis itu, kecuali beberapa tahun yang lalu memang saya jual. Obat I sebenarnya obat maag, tapi obat itu masuk dalam kelompok Non OWA. Artinya, obat yang harus melalui resep dokter,” jelas Eric.

Hasil penyidikan reskrim polres Tolitoli, tersangka Okong melakukan pemaksaan  dengan kekerasan kepada korban Ani untuk menggugurkan kandungannya. Selain itu juga terungkap, tersangka sebelumnya juga pernah tersandung kasus yang sama meski statusnya dalam kasus aborsi yang melibatkan perempuan berinisial WLN hanya sebagai saksi. MP

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish