Membangun Asa Penyintas di Sigi Melalui Huntap

  • Whatsapp
IMG-20201027-WA0004

PALU, MERCUSUAR – Sejumlah penyintas bencana alam di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah menempati hunian tetap (huntap) yang dibangun PT. Bumi Resources Tbkdan PT. Citra Palu Minerals (CPM) sebagai Kelompok Usaha Bakri (KUB)  bekerja sama dengan Habitat For Humanity Indonesia.

Sebanyak sepuluh unit huntap telah dibangun di Desa Lolu, Kabupaten Sigi. Delapan unit di antaranya telah ditempati delapan kepala keluarga (KK) yang ada di desa tersebut.

Berita Terkait

Tim Konstruksi Habitat For Humanity Indonesia, Wahidin Syaiful Bahri mengatakan dua unit yang belum ditempati tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaian akhir.

Pilihan Redaksi :  1.211 KK Telah Menerima Kunci Huntap

“Proses pengerjaanya mencapai 90 persen. Kami berusaha agar hunian tersebut segera ditempati parakor banbencana alam,” katanya.

Menurut Wahidin, pembangunan huntap tersebut sempat mengalami kendala akibat pandemi Covid-19. Pengiriman bahan utama bangunan huntap dari Jakarta sempat tertunda. Namun kini progress pembangunanya berjalan dengan lancar.

“Hunian berukuran 36 meter persegi ini dibangun di atas lahan mereka masing-masing. Sehingga memudahakan para korban bencana alam itu beraktifitas ke lahan pertania nmereka,” ujar Wahidin.

Ia juga mengatakan sebelum pembangunan dilakukan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sigi termasuk koordinasi terkait kelayakan ketahanan hunian terhadap bencana alam gempa bumi.

“Warga yang menerimahunian tetap yang kami bangun ini, tidak lagi mendapatkan bantuan huntap yang dibangun oleh pemerintah, karena sebelum kami bangun mereka diberikan pilihan untuk memilih,” jelasnsya.

Pilihan Redaksi :  Audiensi Penyintas dan Pemkot Tak Menuai Hasil

Salah seorang kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat huntap tersebut, Hamsawi (66) mengaku sangat bersyukur dengan adanya bantuan tersebut.

“Saya bersyukur dengan bantuan ini karena lokasi rumah yang dibangun ini tidak jauh dari sawah, tempat kami bekerja setiap hari. Huntap yang dibangun pemerintah di Desa Pombewe saat ini, sangat jauh dari sawah kami. Apalagi saya tidak punya kendaraan sepeda motor,” ungkapnya.

Sebelumnya Hamsawi bersama istri hanya menempati sebuah saung kecil yang di bangunya. Meskipun tidak layak, saung itu ia tempati setahun lebih.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh para penerima manfaat lainnya, Asmawati.

“Hunian ini sangat nyaman. Tidak panas kalau siang. Kami sangat berterima kasih atas bantuannya,” katanya.MAN

Baca Juga