Menguji Fungsi Budgeting DPRD

RAPBD Tolitoli Tahun 2020

0 31

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

TOLITOLI, MERCUSUAR – Rencana APBD Tolitoli tahun 2020, masih fokus pada peningkatan pembangunan infrastruktur. Rp1,2 triliun lebih rencana belanja daerah yang disampaikan dalam Pengantar Nota Keuangan Bupati ke DPRD, dinilai adalah ujian fungsi anggaran (budgeting) DPRD Tolitoli.

Sasaran yang dicapai pemerintah daerah di tahun 2020, difokuskan pada 7 skala prioritas, dengan tema Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, SDM Yang Religius, Berkarakter Aktif dan Berkeadilan. Ketujuh skala prioritas daerah itu, masing-masing penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, optim alisasi pelayanan publik dan menguatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, peningkatan penyediaan sarana infrastruktur pertanian perikanan, irigasi, jalan dan jembatan serta fasilitas umum, peningkatan sarana dan prasarana pulau-pulau kecil terpencil dan terdepan.

Untuk mengoptimalkan capaian target prioritas daerah itu, pemerintah daerah berharap dari 3 sektor penerimaan daerah, yang ditargetkan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp112,8 miliar, pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan sebesar Rp901,8 miliar dan pendapatan yang bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp184,6 miliar.

Postur APBD Tolitoli tahun 2020 dengan belanja daerah, yang direncanakan sebesar Rp 1,2 triliun, pada struktur belanja tidak langsung mencapai Rp697,6 miliar lebih, masih lebih tinggi dibanding belanja langsung, yang hanya berada di kisaran Rp515 miliar lebih.

Ketua DPC PDIP Tolitoli, Joungly Uirianto, yang juga adalah mantan anggota DPRD Tolitoli periode 2014-2019 berharap, agar DPRD Tolitoli mampu membedah RAPBD yang telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Tolitoli.

“Kita berharap teman-teman DPRD mampu membedah RAPBD, yang telah disampaikan pemerintah. Saya kira, kita menunggu tahapan pembahasannya di tingkat komisi masing-masing,” ujar Joungly Uirianto.

Menurut Liu, sapaan akrab Joungly Uirianto, RAPBD Tolitoli tahun 2020, adalah ujian bagi anggota DPRD Tolitoli yang baru.

“Tentu di sini kita akan lihat, bagaimana teman-teman membedah RAPBD yang diajukan pemerintah. Kita akan uji hak budgeting DPRD,” tegas Liu.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tolitoli, Agus Sainuddin, yang dimintai tanggapannya terkait pendapat fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan Bupati dan beberapa Ranperda lainnya menilai, harusnya DPRD Tolitoli mendorong kebijakan anggaran Pemerintah Kabupaten Tolitoli, mengarah pada peningkatan produksivitas petani, yang mengarah pada pembinaan petani, yang tidak hanya tergantung pada salah satu komoditi utama pertanian dan perkebunan.

“Petani kita di Tolitoli tidak lagi harus menggantungkan diri pada komoditi utama, seperti cengkeh. Karena itu maka kami mengharapkan DPRD bisa mendorong pemerintah, agar arah kebijakan anggaran dapat diarahkan pada peningkatan produksi pertanian dan perkebunan selain cengkeh, sebagai solusi bagi masyarakat petani Tolitoli,” jelas Agus Sainuddin.

Sayangnya sejumnlah anggota DPRD Tolitoli yang hendak dikonfirmasi, belum berhasil dihubungi. Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Jemi Yusuf yang berulangkali dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, tidak memberikan respon. MP

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish