MTsn 1 Palu Akan Terapkan ARDI

Yang Berbasis Online

0 26

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Palu melaksanakan pelatihan penerapan Aplikasi Raport Digital (ARDI) dan Aplikasi Penilaian Harian Berbasis Online. Dengan adanya program tersebut diharapkan nantinya kualitas pelayanan maupun penilaian bisa dilaksanakan secara cepat dan mudah.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Palu, Masum Rumi. Sementara penerapan program tersebut memang berasal ide Kepala MTsN 1 Palu yaitu Rusdiana. Menurutnya penerapan ARDI dan Penilaian Harian Berbasis Online dapat memudahkan guru untuk bisa bekerja lebih cepat dan tentunya akurat. Selain itu madrasah juga bisa memangkas anggaran yang begitu besar, ketika tidak menggunakan sistem online.

“Kami sudah menyadari bahwa setiap kali siswa ujian berapa biaya yang dikeluarkan oleh madrasah dalam hal penggandaan soal dan lainnya. Sementara di sejumlah Negara maju lainnya mereka sudah menggunakan sistem online jadi tidak perlu repot seperti yang kita terapkan selama ini. Makanya muncullah ide untuk bisa memberikan pelatihan kepada seluruh guru untuk bisa menerapkan ARDI dan Penilaian Harian Berbasis Online,” kata Kepala MTsN 1 Palu.

Recananya kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 13 hingga 15 Mei 2019. Kegiatan itu nantinya akan lebih banyak melaksanakan praktek, pihak madrasah juga sudah menyiapkan salah satu pemateri dari salah satu Universitas Negeri di Kota Palu untuk membimbing para guru dalam menguasai aplikasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Palu, Masum Rumi mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh MTsN 1 Palu dalam mengembangkan pendidikan yang ada di Madrasah Kota Palu.

“Kami berharap agar program ini tidak hanya bisa diterapkan di MTsN 1 Palu, tetapi juga diterapkan di seluruh madrasah yang ada di Kota Palu. Makanya itu kami meminta agar seluruh guru yang mengikuti pelatihan ini bisa fokus agar nantinya bisa mengajarkan ke guru lainnya yang ada di Madrasah di Kota Palu,” terangnya.

Ia menambahkan kita ketahui saat ini madrasah sudah menjadi pendidikan favorit bagi masyarakat yang ada di Kota Palu. Walaupun pemerintah sudah menyiapkan delapan Madrasah Negeri tetapi tetap tidak cukup karena jumlah pendaftaran siswa barunya sudah melebihi target yang telah ditentukan.

“Ini menunjukan bahwa madrasah kedepannya akan terus diminati oleh masyarakat, dengan begitu kita harus bisa memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal dan baik. Sehingga mereka bisa puas mendapatkan pelayanan pendidikan di madrasah. Salah satunya dengan menerapkan program seperti ini,” tutupnya.UTM

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish