Pandemi, BI Ajak Pengusaha Gunakan Pembayaran Digital

  • Whatsapp
webinar BI
DIGITALISASI - Kepala BI Perwakilan Sulteng, Abdul Majid Ikram saat memaparkan kondisi ekonomi Sulteng pada Temu Responden dengan tema Managemen Keuangan di Masa Pandemi yang digelar secara virtual, Rabu (25/11/2020). FOTO : RESTI ANANDA/MS

PALU, MERCUSUAR – Melalui temu responden dengan Tema Managemen Keuangan di Masa Pandemi, Rabu (25/11/2020) yang digelar secara virtual, Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Sulteng, Abdul Majid Ikram, mengajak semua pelaku usaha di Sulteng untuk mengunakan pembayaran digital di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Majid sapaan akrabnya, menjelaskan, selama pandemi pengunaan pembayaran atau transaksi digitalisasi semakin meningkat, untuk itu dirinya mengajak pelaku usaha terutama pelaku Usaha Kecil Mikro Menegah (UMKM) untuk ikut memanfaatkan teknologi digital saat ini.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Panitia Saring Calon Penerima RRI

Cepatnya transaksi digital membuat perusahaan berbondong-bondong menyesuaikan kondisi bisnisnya. Terlihat ada beberapa inovasi yang bermunculan di masa pandemi. Inovasi itu tak hanya datang dari sektor jasa keuangan, tapi juga dari pelaku usaha lainnya.

“Peningkatan traksaksi digital juga menjadi salah satu pemulihan ekonomi di tengah pandemi, untuk itu kita mendorong pelaku usaha terutama UMKM di Sulteng untuk ikut memanfaatkan teknologi transaksi digital,” jelasnya.

Salah satunya yaitu BI mendorong para pelaku UMKM untuk melakukan transaksi pembayaran secara digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Majid menjelaskan, pihaknya beserta perbankan lainnya akan membawa semua pelaku UMKM yang selama ini masih informal untuk tersambung ke dunia digital baik melalui fintech, perbankan dan lainnya.

Pilihan Redaksi :  Bupati Sigi Apresiasi Rumah Gratis REI

“Kita akan mendorong pasar-pasar tradisional, para petani, nelayan dan UMKM untuk melakukan digitalisasi pembayaran QRIS. Kita dorong mereka bukan hanya untuk memperbaiki inklusi keuangannya tapi juga inklusi ekonomi kita,” jelasnya.RES

Baca Juga