Pascaputing Beliung di Meko- Pemkab Poso Dirikan Tenda Darurat untuk Ibadah

  • Whatsapp
FOTO HLLLL BENCANA MEKO

POSO, MERCUSUAR – Pascabencana angin puting beliung yang melanda Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Poso pada Sabtu (17/4/2021) sekira pukul 16.45 Wita, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan satu unit tenda darurat untuk warga sebagai tempat sementara menjalankan ibadah.

Tenda darurat berukuran 10 X 16 meter yang didirikan oleh tim BPBD bersama TNI/Polri sebagai sarana warga yang beragama Nasrani melaksanakan ibadah sementara akibat dua gereja yang ada di Desa Meko rusak berat diterjang puting beliung.

Berita Terkait

Sekretaris BPBD Kabupaten Poso, Musdar mengatakan setelah dilakukan pendataan sementara, jumlah kerusakan yang diakibatkan angin puting beliung tersebut mengakibatkan rumah ibadah masing-masing gereja Katolik Meko, rumah Pastori Toraja Kanaan Meko, Puskesmas Meko serta satu rumah warga rusak berat.

Pilihan Redaksi :  PERSAKMI Sulteng Turut Himbau Masyarakat untuk Tidak Mudik

Menurutnya, pembangunan tenda darurat sementara yang telah rampung dan telah digunakan oleh warga untuk beribadah sejak Minggu (18/4/2021) tersebut bisa menampung sekira 100 orang jemaat. Tenda darurat untuk ibadah itu digunakan sambil menunggu perbaikan atap gereja yang terkena puting beliung selesai.

“Kita sudah melakukan pendataan terkait kerusakan dan jumlah korban. Langkah pemda untuk sementara dengan mendirikan tenda darurat yang dipakai untuk beribadah bagi umat Nasrani akibat gereja yang mereka gunakan selama ini rusak berat, termasuk seluruh atapnya terbang diterjang puting beliung,” ujarnya yang dikonfrmasi via handphone, Senin (19/4/2021).

Meskipun bentuknya tenda darurat, sambungnya, namun fasilitas serta perlengkapan yang ada termasuk tempat duduk cukup nyaman dan aman untuk beribadah. Sebab selain ukuran tenda yang luas dan tinggi, bangunan tenda juga cukup untuk menampung jumlah jemaat yang ada.

Pilihan Redaksi :  PERSAKMI Sulteng Turut Himbau Masyarakat untuk Tidak Mudik

Dalam suasana bencana, pihaknya tetap berharap agar warga dalam menjalankan ibadah tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. “Tenda darurat yang dibangun cukup besar. Kita berharap untuk sementara warga bisa menggunakan sebagai sarana beribadah sambil menunggu rumah ibadah mereka rampung kita perbaiki,” harap Musdar.

DIKUNJUNGI BUPATI

Bupati Poso, Verna Gladies Inkiriwang bersama Kapolres Poso, AKBP Rentrix Riyaldy Yusuf bersama unsur Muspida lainnya telah turun mengunjungi lokasi bencana.

Dalam kesempatan itu, Bupati Poso jajarannya juga melayat ke rumah duka untuk memberikan semangat dan pihaknya berjanji dalam waktu dekat seluruh bangunan yang rusak termasuk rumah warga akan diperbaiki.

Diketahui,bencana putting beliung itu menyebabkan seorang warga Desa Meko, Yuniawati Misraim (23), menunggal dunia.

Pilihan Redaksi :  PERSAKMI Sulteng Turut Himbau Masyarakat untuk Tidak Mudik

Korban dilaporkan mengalami luka robek pada bahu kiri bagian bawah, karena tertimpa kayu bangunan atap gereja yang terbang  terbawa angin.  Meski sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan. ULY

Baca Juga