Pembangunan Dua Sekolah di Dolo Selatan Dimulai

  • Whatsapp
HLL

SIGI, MERCUSUAR – Pembangunan kembali dua sekolah pascabencana 28 September 2018 lalu di Kecamatan Dolo Selatan, yakni SDN Balongga dan SMPN 26 Sigi dimulai. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Paulina, serta Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri dan Yayasan Kedubes Malaysia, di Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan, Selasa (11/2/2020).

Pembangunan kembali sekolah ini, atas bantuan Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri bekerjasama dengan NADMA Malaysia, yang akan membangun kembali atau merenovasi sekolah tersebut, serta menambah satu bangunan untuk taman kanak-kanak di Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan.

Wabup Sigi, Paulina, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada BUMN dan Yayasan Kedutaan besar Malaysia serta BNPB dan para donatur, yang telah membantu Kabupaten Sigi untuk bangkit pascabencana tahun 2018 lalu.

Pilihan Redaksi :  Korban Banjir di Sojol, Pemkab Donggala Salurkan Bantuan

Kata Paulina, membangun kembali prasarana pascabencana, sangatlah penting sebagai upaya pemulihan kehidupan masyarakat. Bagi anak-anak terdampak bencana alam, membangun kembali sekolah kata dia, sangatlah dibutuhkan agar mereka tidak kehilangan kesempatan belajar.

“Langkah-langkah yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, ASTRO dan NADMA Malaysia selaku donatur membangun kembali dan merenovasi kedua sekolah, yaitu sekolah dasar SDN Balongga dan SMP 26 Sigi,” jelasnya.

Kata Wabup, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak terdampak bencana dapat memperoleh pendidikan yang layak dan baik, karena tanggung jawab pendidikan bukan hanya terletak pada pemerintah, sehingga kedepan dengan peningkatan kualitas penduduk, kita mampu mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas.

Pilihan Redaksi :  Koruptor Pembangunan Dermaga di Bangkep Ditangkap

Kualitas sumber daya manusia kata dia, antara lain ditentukan oleh kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Saat ini, upaya-upaya pendidikan diarahkan pada pengembangan dan pembangunan sarana prasarana pendidikan, sebagai motor penggerak perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat maju. AJI/*

Baca Juga