Pembelajaran Daring, Kemenag Bantu Delapan Ponpes di Tolitoli 

  • Whatsapp
FOTO KEMENAG

TOLI-TOLI, MERCUSUAR – Sebanyak delapan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tolitoli menerima bantuan untuk penyelenggaraan pembelajaran  daring dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng di aula terbuka Kantor Kemenag Tolitoli Sabtu (5/9/2020).

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta untuk setiap Ponpes itu diserahkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sulteng, Gasim Yamani pada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli, H Muchlis untuk selanjutnya diserahkan pada pimpinan ponpes.

Delapan ponpes yang menerima bantuan meliputi Ponpes Hidayatullah, Ponpes Al Ukhuwah, Ponpes  Ad da’watun Nubuwwah, Ponpes Sirojul Ma’ruf, Ponpes Madinatul Khairaat Buntuna, Ponpes Madinatul Ilmi DDI Siapo, Ponpes Al Amin Labonu dan Ponpes Al Ittihad DDI Soni.

Pilihan Redaksi :  Program BPUM di Sigi - 3.252 Berkas UMKM Dikirim ke Kementerian 

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli mengucapkan terima kasih pada Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng Tengah atas bantuan tersebut.

“Kami sangat bangga dan bahagia atas bantuan ini, karena dari 42 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan tahap pertama se Sulawesi Tengah, Tolitoli mendapatkan jatah yang paling banyak yakni delapan pondok pesantren,” ujarnya.

Dia berharap pimpinan ponpes dapat memanfaatkan serta menggunakan bantuan itu dengan sebaik-baiknya dalam rangka menunjang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

Sementara itu, Kabid Pakis Kanwil Kemenag Sulteng, Gasim Yamani mengimbau pada seluruh pimpinan ponpes yang mendapatkan bantuan  agar dapat mempergunakan uang tersebut dengan sebaik-baiknya.

Dikatakan Gasim Yamani, untuk mengelolah suatu pendidikan semuanya sudah ada regulasinya, baik Majelis Ta’lim, TPA/TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sampai dengan ponpes.

Pilihan Redaksi :    Pjs Bupati Sigi Dorong Percepatan Huntap Pombewe

”Seiring dengan itu  pemerintah sudah mewajibkan seluruh lembaga pendidikan agama dan keagamaan islam wajib hukumnya untuk memiliki izin operasionalnya,” jelasnya pada kegiatan yang turut dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Pondok Pesantren dan Mahad Ali Kanwil Kemenag, Nurhayati; Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Tolitoli, Andi Nurhayati; jabatan Pelaksana Seksi Pendidikan, Diniyah dan Pontren; serta pimpinan ponpes. UTM/*

Baca Juga