Pemerataan Pembangunan Kota Palu di Empat Dimensi

  • Whatsapp
salena

TANAMODINDI, MERCUSUAR- Wali Kota Palu, Drs Hidayat M,Si mengatakan, visi Pemeritah Kota Palu adalah Palu Kota Jasa berbudaya dan beradat dilandasi iman dan takwa. Dalam hal ini ada tiga aspek pembangunan Sumber daya manusia Kota Palu.

Aspek pembangunan ekonomi, sebagaiman diketahui ada 15 tematik yang dibangun Pemkot Palu dan masuk dalam roadmap kelurahan inovasi unggul dan mandiri berbasis iptek bagi kemendirian ekonomi kerakyatan hingga tahun 2021.

15 tematik ini tersebar di beberapa kelurahan, saat ini kata Hidayat. Hasil pantauan dia baru  dua tematik yang bisa mengikuti roadmap sampai 2021, dalam roadmap itu, pertama penguatan sumber daya manusia itu 2017, masuk di tahun 2018 adalah peningkatan IKM artinya penguatanya dari sisi kualitas, sisi desaian dan sisi pasar, kemudian ditahun 2019 itu dalam roadmap sudah masuk pengembangan IKM hingga samapai 2019 ini baru hanya dua IKM yang mungkin akan dikembangkan.

Pengembanganya bagaimana,? lanjutnya, khusus ditematik pakan ternak unggas makanan ayam. Pakan ini ada dua kelurahan Pengawu dan Kelurahan Duyu inilah yang baru dapat dikembangkan kedepan dibanding yang lain, sehingga yang tadinya terdapat dua kelompok dari dua kelurahan tesebut disatukan menjadi satu kelompok dengan jumlah 10 orang. Dan hal itu mendapat apresiasi dari Bupati Morowali Utara, yang diwujudkan dalam kerja sama.

Hidayat mengatakan, selama dirinya mengamati dan turun-turun lapangan, dia melihat baru dua tematik yang jalan dan dapat dikembangkan IKM tersebut. Harapan dirinya, di tahun 2020, seharusnya sudah perbaikan produksi. “Kita sudah bisa menghitung kebutuhan pasar sebenarnya dengan berapa jumlah produksi kita, jika masih kurang kita tambah produksi kita di tahun 2020 ini,” imbuhnya.

Dengan begitu pasar modern akan menerima hasil produksi kelurahan tematik ini, di 2021 berbicara pasar dengan harapan melalui Perusahaan Daerah Kota Palu dapat menangani semua produk-produk ini disatukan, mereka yang akan membuka semua gerai di 12 kabupaten dan satu kota se-Sulteng

Untuk mewujudkan itu, Pemkot terus berjuang untuk membuka pasar modern melalaui Alfa Midi sebab sebelumnya telah ada perjanjian dimana mereka akan siap menjual semua produk masyarakat lokal Palu di semua gerai Alfa Midi di Indonesia. Tetapi ini masih dalam proses terus Pemkot untuk memperbaiki produksinya, memperbaiki desaiannya, memperbaiki kualitasnya, sehingga diharapkan Alfa Midi mampu menampung.

Mengapa!, lanjutnya karena Ekonomi Mikro kerakyatan ini harus disupport bukan hanya dalam slogan, namun betul-betul diberi sentuhan-sentuhan,oleh karena itu berbicara jasa berarti konsumen, konsumen inilah yang dibutuhkan datang ke Palu.

Untuk menunjang itu semua dengan membuka semua ruang-ruang empat dimensi Kota Palu, diantaranya dibukanya akses jalan ke Salena sepanjang 6 kilometer dari jalan trans hingga naik keatas lokasi Paralayang.

“Ini hanya merupakan triger  yang dibuat dibukit Salena untuk Paralayang, kemudian flying fox terpanjang di Asia serta jalur downhill, tiga ini merupakan triger untuk orang berinvestasi, baik pembangunan restoran, tempat wisata dan lainnya, dan juga hutan kota,” urainya. Wahana outbond di Dusun Uwentumbu, Kelurahan Kawatuna juga tak lepas dari perhatian pemerintah untuk terus dikembangkan.

 

Inventarisir Persoalan Sosial Masyarakat

 Untuk masyarakat Salena Kelurahan Tipo saat ini yang masih jauh dari akses, Hidayat telah memerintahkan Kadis Pemukiman dan Perumahan Kota Palu, Iskandar sebagai tim ketua percepatan pembangunan Salena bersama semua OPD yang terkait, untuk melakukan survei dan mengindentikfikasi dan mengiventarisir persoalan-persoalan sosial mulai dari Lekatu sampai Salena. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu gambaran perilaku kesehatan masyarakat di bukit bebatuan Salena dengan jumlah penduduk 649 jiwa,  132 KK,  77 Balita,  7 Bayi,  6 ibu hamil,  1 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronik (KEK),  5 Balita gizi kurang,  penyakit yang lazim ISPA,  personal higienis, kesehatan lingkungan,  serta masalah tumbuh kembang anak.

Hal inilah akan dilakukan perbaikan pola hidup masyarakatnya. “Apakah persoalan air minum, sanitasi, ekonomi, ini harus jelas maka itu tim percepatan saya minta turun namun belum ada masuk laporanya sejauh mana persoalan disana,” ujanya.

Kenapa, karena di Palu Nomoni 2018 ditarik dua kelembagaan habitat dan vilange tropik untuk berbicara di forum permasalahan perkotaan di Kota Palu. Dimana akan membicarakan dua hal yang pertama membicarakan permasalahan sosial dengan dana CSR kemudian membicarakan peluang-peluamg investasi yang lebih mengarah pada industri pariwisata, untuk itu Wali Kota akan memaparkan pengembangan-pengembangan kawasan yang memungkin pada mereka yang akan berinvestasi.

 

Pengaturan Trayek Angkot Belum Optimal

Namun yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemkot saat ini adalah pengaturan trayek angkutan kota, sebab saat ini masyarakat menggunakan transportasi online sehingga semakin menurun penggunaan transportasi umum.

“Angkutan Kota masih sulit, semakin menurun terus setiap hari keinginan masyarakat untuk menggunakan, karena transportasi masih sulit mengatur trayeknya, mereka tidak mau, hingga semakin menurun ditambah lagi masuknya transportasi online, namun demikian masih aman,” ujarnya.

Banyak pengemudi angkutan kota yang belum mengikuti aturan yang ditetapkan, namun Pemkot terus melakukan upaya persuasif untuk mengikuti aturan sehingga angkutan kota kedepan dapat ditingkatkan serta taksi/agro yang kini kurang maksimal.

Hidayat meminta, agar masyarakat memberikan dukungan serta menghentikan gerakan-gerakan yang bisa memicu konflik ditengah-tengah masyarakat, sebab bagaimana dapat membangun jika terus terjadi konflik sehingga hubungan kemanusiaan terganggu.

Kota Palu di usianya yang ke- 40, diharapkan agar tercipta suasana kedamaian, sikap gotng royong serta toleransi yang tinggi. Sehingga program untuk mewujudkan Palu sebagai Kota Destinasi dapat terealisasi dengan baik.

“Ada dua alasan, pertama, Palu tidak memiliki sumber daya alam satu-satunya untuk mendorong ekonomi adalah jasa, kemudian untuk masyarakat diminta menjaga kebersihan sebagai syarat kota destinasi,” tutup Hidayat. ABS

Baca Juga