Pemkab Sigi Salurkan Bantuan Ternak

0 27

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten menyalurkan bantuan sosial (Bansos) ternak  pada kelompok tani yang ada di daerah itu di lapangan sepakbola Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kamis (10/10/2019).

Penyerahan bantuan ternak dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta pada sejumlah kelompok tani. 

Bupati mengatakan bantuan ternak untuk kelompok tani merupakan program Pemkab Sigi.

Bantuan ternak yang ditargetkan, lanjutnya, berjumlah 2.165 ekor, terdiri dari Sapi Bali 255 ekor, Sapi Lokal 260 ekor, Kambing Lokal Betina 900 ekor, Kambing Peranakan Etawa 150 ekor dan Babi sebanyak 600 ekor.

Dijelaskannya, dari 225 ekor bantuan Sapi Bali yang akan disalurkan, pemkab telah distribusikan sebanyak 100 ekor pada 31 kelompok tani. Kemudian, Sapi lokal dari target 260 ekor yang sudah didistribusikan 110 ekor pada 25 kelompok tani, sedangkan Kambing Lokal Betina sudah didistribusikan seluruh sesuai target kepada 58 kelompok tani.

Sementara 150 ekor Kambing Peranakan Etawa masih dalam perjalanan dari Surabaya menuju Sigi, serta 600 ekor Babi yang sudah didistribusikan sebanyak 205 ekor kepada 42 kelompok tani.

Menurut Bupati, tugas pemerintah ada tiga, yaitu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mensejahterakan. “Program ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), hal tersebut sudah diatur secara nasional,” ujar Bupati.

Ditegaskannya, pemerintah daerah tidak seenaknya mengucurkan atau membagi bantuan pada masyarakat, karena penyalurannya harus sesuai mekanisme. “Bantuan ternak yang sudah disalurkan agar dipelihara dan dijaga dengan baik, serta jaga kekompakan bagi pengurus kelompok,” imbau Bupati.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Tugiran dalam laporannya mengatakan sebelum bantuan ternak diberikan pada kelompok tani, dilakukan diverifikasi dahulu, yakni dengan penguatan kelembagaan kelompok tani.

“Setiap bantuan ternak akan dievaluasi, apakah ternaknya masih utuh dan berkembang atau sudah berkurang,” tutupnya. AJI

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish