Penanaman Bibit Markisa di Mamboro Dimulai

0 56

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

MAMBORO, MERCUSUAR – Budidaya pengembangan tanaman markisa yang melibatkan kelompok tani di Kelurahan Mamboro dimulai. Dari hasil kajian, wilayah Mamboro dianggap cocok untuk pengembangan Buah Markisa.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Burhan Hamading, Selasa (17/2/2020). Dia melanjutkan, bahwa saat ini sudah disiapkan anyaman bambu dan sejenisnya untuk tempat merambat tanaman tersebut. Selain itu, pupuk, obat-obatan dan juga sudah siap, tinggal proses penanaman karena mengingat musim penghujan sudah mulai datang, sehingga segera dipindahkan bibit Markisa ke lahan untuk mengantisipasi musim kering.

Saat ini kata Burhan Hamading bahwa pihaknya sudah membuat sumur bor sebagai sumber air jika terjadi kemarau panjang seperti sekarang ini. Burhan juga membantah, bahwa ada oknum yang mengatakan bahwa budidaya Markisa di Mamboro tidak berfungsi.

“Itu adalah fitnah belaka,” singkatnya.

Burhan menambahkan bahwa petani binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu telah berhasil menikmati hasill budidaya Markisa sebelumnya bahkan sudah ada yg dijual dalam bentuk kemasan berupa sari Buah Markisa.

Sementara itu, ketua kelompok petani Markisa Kelurahan Mamboro Boya RT 3 RW 4 Kecamatan Palu Utara, Sakir menyebutkan bahwa pihaknya mewakili petani Markisa sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kota Palu yang sangat memperdulikan untuk pengembangan tanaman Markisa dan bantuan tersebut pada kelengkapan mulai dari proses awal sebelum ditanam untuk penyiapan lahan yang luasnya mencapai dua hektare untuk penanaman Markisa, sehingga para kelompok tani ini tidak hanya bercocok tanam cabe dan daun bawang saja yang selama ini dikerja namun mendapat tambahan penghasilan dari bercocok tanam Buah Markisa.

Inspektur Inspektorat Daerah Kota Palu, Didi Bakran mengatakan, pengelolaan penanaman Markisa di Mamboro harus terlaksana dengan baik dan perencanaan yang matang dari instansi terkait bersama petaninya. Hal terpenting dari semua proses tersebut adalah kebutuhan air untuk mendukung keberhasilan dari penanaman bibit markisa tersebut.

Sementara, Kabid Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Palu, Nurlaela menyebutkan pengembangan tanaman Markisa untuk petani di Mamboro akan menambah kesejahteraannya.

Kaitannya dengan anggaran yang digelontorkan kata Nurlaela tidak benar informasi yang menyebutkan nilainya mencapai Rp.1 miliar, melainkan pembuatan tempat merambat markisa itu, hanya Rp190 juta dan saprodi Rp19 juta, sementara pipanisasinya hanya berkisar Rp40 juta, sehingga total anggaran hanya mencapai Rp259 juta. ABS

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish