Pengawasan Hewan Kurban, Ditemukan 86 Kasus Cacing Hati

  • Whatsapp
DANDY ALFITA

PALU, MERCUSUAR – Proses pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 M telah tuntas pada Hari Tasyrik terakhir, Senin (3/8/2020). Terkait hal itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sulteng, Dandy Alfita menyebutkan proses pengawasan telah dilakukan secara maksimal dan berjalan baik.

Dia mengungkapkan, berdasarkan laporan sementara tim pengawasan kurban, di Kota Palu dilakukan pemotongan sebanyak total 958 ekor sapi dan 762 ekor kambing.

Hasil pengawasan yang dilakukan, ditemukan sebanyak 86 kasus sapi yang terpapar penyakit cacing hati.

“Dari 958 ekor sapi yang dikurbankan di delapan kecamatan di Kota Palu, ada ditemukan 86 kasus cacing hati. Jumlah ini masih data sementara, karena sudah sekitar 80 persen petugas melapor. makanya sudah tergambar itu berapa totalnya serta berapa yang mengalami kelainan dan sebagainya,” jelas Dandy saat dihubungi, Selasa (4/8/2020).

Pilihan Redaksi :  Paud HI - Wujudkan Anak Sehat, Cerdas dan Berkarakter

Berdasarkan temuan tersebut, lanjutnya, petugas di lapangan langsung melakukan tindakan yakni bagian sapi yang terpapar tersebut diafkir atau disingkirkan untuk dimusnahkan, agar tidak dibagikan kepada masyarakat.

Selain hati yang terpapar cacing, organ-organ dalam lainnya yang mengalami kerusakan langsung diambil tindakan disisihkan oleh tim pengawas.

“Penanganannya di lapangan ketika pengawas melihat ada kelainan lalu ditelusuri, kami sisihkan organ-organ yang rusak, ada hati, ada limpa. Ada juga paru yang karena penanganan kurang baik seperti misalnya tertindih pada saat pemotongan, jadi banyak masuk darah di rongga parunya. Itu kan tidak layak dikonsumsi, kita afkir saja. Jangan sampai organ yang terpapar itu dibagikan,” jelasnya.

Pilihan Redaksi :  Dolo Selatan - Dinkes Buka Posko Kesehatan

Meski organ dalam yang mengalami gangguan penyakit disisihkan, tim pengawas tetap membolehkan dagingnya untuk dibagikan.

Hal itu, kata Dandy, karena gangguan di organ dalam tersebut tidak memengaruhi kualitas daging.

“Dagingnya tetap dibagikan karena tidak terpapar, karena sumber penyakitnya hanya di organ dalam. Alhamdulillah dagingnya layak dikonsumsi, masih dalam kategori Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH),” ujarnya.

Pada pemotongan hewan kurban Idul Adha tahun ini, tim pengawasan yang turun ke delapan kecamatan di Kota Palu merupakan tim gabungan, terdiri dari Disbunnak Sulteng 60 orang, UPT Veteriner 30 orang, serta dari Dinas Peternakan Kota Palu sebanyak 25 orang.

Setiap tim yang terbagi, memiliki koordinator di tiap kecamatan yang diawasinya. Tim pengawasan tersebut dibawahi oleh Bidang Keswan Kesmavet Disbunnak Sulteng. IEA

Pilihan Redaksi :  Kedaulatan dan Kemandirian Pangan - Sigi Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha

Baca Juga