Penggunaan Masker, Sigi Sosialisasi di Pasar Dolo

  • Whatsapp
FOTO HLL SOSIALISASI MASKER SIGI

SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melakukan sosialisasi dan edukasi terkait penggunaan masker kepada penjual dan pembeli di Pasar Dolo, Desa Kotapulu, Selasa (19/1/2021)..

Sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka menekan dan mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 di Sigi yang saat ini masuk zona merah.

Berita Terkait

Hal itu dikatakan Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta saat sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pasar Dolo bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sigi, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni Kajari Donggala, Kapolres dan Dandim 1306 Donggala

Pilihan Redaksi :  Pimpinan Cabang BRI Palu Kunjungi Percetakan Tri Media Grup

Demikian rilis yang diterima wartawan Mercusuar, Selasa (19/1/2021) sore.

Dijelaskan Bupati, selain sosialisasi penggunaan masker, juga dilakukan sweping masker bagi penjual, pembeli dan seluruh masyarakat yang berada di sekitar Pasar Dolo, Desa Kotapulu.

“Kiranya para pengunjung dan terutama bagi para penjual, agar bisa tertib sesuai protokol kesehatan (Prokes) dengan menerapkan pola 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan,” imbaunya.

Lanjut Bupati, jika kedepan ada penjual yang  tidak menggunakan masker saat berjualan, maka petugas akan menertibkan sekaligus tidak akan mengizinkan penjual bersangkutan menjual barang dagangannya. “Selain memberikan masker, juga dibagikan leaflet dan brosur mengenai penyebaran dan pencegahan penanganan Covid-19 yang dicetak dalam berbagai bahasa yang ada di wilayah Sigi,” terang Bupati.

Pilihan Redaksi :  Pemulihan Ekonomi, Masuk Program Kerja 100 Hari Irwan-Samuel

Berdasarkan data di laman resmi Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng per Selasa 19 Januari 2021 pukul 15.00 Wita, Covid-19 yang baru di Kabupaten Sigi bertambah tiga kasus, hingga kumulatif berjumlah 260 kasus.

Jumlah itu (260 kasus), 165 pasien sembuh dan tujuh meninggal, hingga yang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit maupun karantina mandirri sebanyak 88 pasien. AJI/*

Baca Juga